Jakarta, Aktual.co — Usai diperiksa KPK sekitar 7 jam, Wayan Koster mengaku dicecar pertanyaan seputar proses pembahasan APBN perubahan 2010 untuk kegiatan Sea Games tahun 2011, Selasa (4/11).

“Biasa proses pembahasan anggaran perubahan APBN 2010 untuk kegiatan Sea Games 2011 khususnya pembangunan Wisma Atlet Palembang,” ujar Koster yang mengenakan batik cokelat di gedung KPK, Selasa (4/11).

Koster mengaku ditanyai penyidik KPK 11 pertanyaan. Saat disinggung soal pernyataan M Nazarudin, terpidana kasus korupsi wisma atlet, yang menyebut Koster menerima uang dari kasus ini, spontan Koster membantah.

“Oh, itu komentar Pak Nazar. Enggak benar,” kata Koster yang dijemput dengan Avanza Hitam.

Wayan Koster sebelum ini pernah diperiksa KPK dengan kasus korupsi wisma atlet. Saat itu Koster menampik keterangan Nazarudin.

Sebaliknya,Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet Rizal Abdullah sebelumnya mengakui telah menerima fee Rp 400 juta dari PT Duta Graha Indah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumatra Selatan (Sumsel) ini mengakui jika pemberian uang secara tunai itu diberikan secara bertahap.

Rizal disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Ia diduga melakukan mark up atau pengelembungan anggaran. Kerugian negara dalam kasus itu sebesar Rp 25 miliar.

()