Muara enim, Aktual.Com – Hilangnya Mas’ud bin Samiran, warga Desa Sungai Dua, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, menjadi duka yang mendalam bagi keluarga, istri dan anak nya. Istri dan keluarga hanya berharap pasrah bantuan Evakuasi dari Pertamina dan Pemkab Muara Enim terkait diduga adanya penemuan jenazah didalam Sumur minyak di Desa Darmo Kecamatan Lawang kidul Muara enim pada hari minggu (5/6), seminggu yang lalu, walaupun belum bisa dipastikan kalau yang diduga adanya jenazah di dalam sumur tersebut adalah mas’ud.

Sarnita istri dari Mas’ud mengatakan kepada Aktual.Com saat di temui di rumahnya di Desa Sungai Dua, bahwa Suami nya berangkat bekerja ke Desa Darmo setelah 10 hari sesudah lebaran Idul Fitri Kemarin.

“Suami saya berangkat bersama rekan nya Debi dan Diki warga kabupaten Pali. Sebelumnya mereka memang sudah bekerja disana sejak bulan puasa kemarin, dan pulang pas lebaran dan pergi lagi setelah 10 hari sesudah lebaran” Ungkapnya pada Senin (13/6).

Sarnita pun menambahkan bahwa suami nya mengenal Debi sekitar satu bulan yang lalu dan Diki baru pas mau berangkat bekerja kembali ke Darmo setelah lebaran kemarin.

Saat ditanya pertama kali mendengar kabar tentang Mas’ud, Nita mengatakan bahwa pada tanggal 21 Mei 2022, salah satu teman Suami nya bernama Debi menelponnya dan mengabarkan bahwa korban lagi sakit kritis di sumur tempat dia bekerja yang ada di Desa Darmo.

“Saya mendapat telepon dari Debi pak rekan kerja suami saya yang mengatakan kalau suami saya lagi kritis di dalam sumur, “katanya.

Mendengar kabar tersebut Sarnita istri dari Mas’ud dengan ditemani dua tetangganya langsung berangkat ke tempat suaminya bekerja. Setelah sampai di sana ternyata di lokasi kejadian tempat suaminya bekerja tidak ditemukan satu orangpun akhirnya mereka pulang. Setelah mereka pulang kami pihak keluarga berdiskusi dan pihak keluarga pun melakukan pencarian kembali mulai tanggal 23 Mei Sampai dengan 5 Juni kemudian diduga ditemukan ada nya jenazah di dalam sumur tempat suaminya bekerja.

Sarnita berharap kepada pihak terkait untuk membantu proses Evakuasi guna memastikan keberadaan suami nya karena sudah hampir satu bulan ini dirinya dan pihak keluarga mencari keberadaan suami nya.

“Saya sangat berharap untuk segera di Evakuasi terkait apa yang ditemukan tersebut pak, saya cuma bisa pasrah dan berharap pak, apakah itu memang benar suami saya dan jika itu memang benar kami berharap agar kami dapat memakam kan nya secara layak. “Ungkapnya sambil meneteskan airmata.

Sarnita juga menambahkan kalau,” Mas’ud ini meninggal kan dua orang Puteri yang masi kelas 1 SMP dan 2 SD dan masih di dalam kandungan.”Tuturnya yang kini tengah mengandung anak ke 3 dari Mas’ud.

Sementara Hasrul Efendi atau pria biasa dipanggil dengan sapaan akrab (Fen) yang merupakan kakak sepupu korban mengatakan kalau Adik nya itu, bekerja bertiga bersama Debi dan Diki keduanya warga Kabupaten Pali.

“Sekarang keduanya menghilang, di telepon tidak aktif lagi, didatangi ke rumahnya kata keluarganya tidak ada dirumah, padahal kami ingin memastikan kondisi korban terakhir berada dimana, biar tidak simpang siur,” ujar Fen yang merupakan Ketua Tim Pencarian dari pihak keluarga korban ini.

Kemudian, Lanjut Fen pada hari Minggu (5/6) pihaknya berkesimpulan untuk melakukan pencarian ke dalam sumur tempat dia bekerja. Karena sumurnya berisi air mereka langsung berinisiatif mengeringkan sumur itu dengan cara menimba dengan ember, setelah kering kami mulai menusuk nusuk sumur itu dengan kayu dan serampang.

Setelah beberapa jam melakukan pencarian, kata dia, pihaknya menemukan potongan kain dan potongan daging kecil serta di sertai bau busuk yang menyengat. Setelah berdiskusi dengan keluarga dirinya langsung menghubungi Kades Darmo lewat telepon dan memberitahukan penemuan kami tadi agar supaya Kades Darmo juga melaporkan ke pihak Polsek Lawang Kidul Tanjung Enim.

Tidak lama kemudian, anggota Polsek Lawang Kidul di temani dengan kades Darmo serta Babinsa desa Darmo langsung ke Tempat Lokasi Kejadian (TKP). Setelah ke TKP Tim Polsek Lawang Kidul menyimpulkan bahwa Senin (6/6) akan melakukan evakuasi jenazah tersebut dengan di bantu oleh tim SAR PTBA sebab di dalam sumur galian tersebut banyak mengandung gas metan dan minyak mentah.

Tim Sar PTBA dan Polsek Lawang kidul melakukan percobaan Evakusi Dugaan penemuan Jenazah di Sumur minyak Desa darmo pada (6/6)

Ketika dilakukan pencarian, lanjutnya, ternyata tim SAR PTBA tidak sanggup dan atas petunjuk pihak Polsek Lawang Kidul menyarankan agar meminta bantuan kepada tim SAR Pertamina Prabumulih dengan cara Kepala Desa Darmo menulis surat kepada tim SAR Pertamina Prabumulih yang di tembuskan ke kecamatan Lawang Kidul dan disampaikan kepada Pemda Muara Enim agar supaya di sampaikan ke Pertamina Prabumulih.

“Kami berterimakasih kepada semua pihak yang berupaya membantu meski korban belum ditemukan. Dan kami mohon bantuan Pemkab Muara Enim untuk menyampaikan surat tersebut ke Pertamina. Kami sekarang hanya bisa menunggu,” harapnya.

Ketika dikonfirmasi Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdyanto melalui Kapolsek Lawang Kidul Iptu Yogie S Hasyim dan Kanit Reskrim Aiptu Guntur, membenarkan adanya laporan kehilangan dari keluarga Mas’ud yang melaporkan bahwa Mas’ud belum pulang atau hilang.

Menurut isteri Mas’ud, dia mendapat informasi dari temannya yang mengabarkan bahwa suaminya sedang kritis masuk angin di sumur minyak Desa Darmo. Pihaknya, baru mendapatkan laporan kehilangan dan langsung berkoordinasi dengan tim Rescue PTBA untuk melakukan olah TKP.

Tim Polsek Lawang Kidul bersama tim SAR PT BA dan keluarganya menuju TKP untuk melakukan penelitian disekitar sumur tersebut dengan memakai peralatan dari PTBA, tetapi tidak terlihat dugaan yang mencurigakan, hanya tercium bau minyak dan gas diduga cukup berbahaya dan melihat lumpur dari dalam sumur.

“Tim rescue PTBA sudah mencoba masuk ke dalam sumur, namun gas nya cukup berbahaya maka diurungkan. Kita gunakan alat pengukur gas, dan hasilnya sangat tinggi dan berbahaya,” jelasnya.

Karena tidak memungkinkan, maka pihaknya berkoordinasi dengan pihak Pertamina via telpon untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan tenaga ahli dibidang minyak dan gas. Karena lokasi sumur minyak tersebut bukan berada di wilayah kerja Pertamina, maka disarankan permohonan permintaan bantuan harus melalui pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan Pemkab Muara Enim yang ditujukan ke Pertamina.

“Sampai saat ini orang yang hilang tersebut belum diketahui keberadaannya. Walaupun laporan keluarganya mengatakan kemungkinan mas’ud masuk sumur. Tim Polsek dan tim SAR PTBA sudah melakukan olah TKP namun belum diketahui kepastiannya,” jelas Kapolsek.

Ditambahkan Aiptu Guntur, adapun kedalaman sumur tersebut sekitar 5 meter dengan diameter lebar 1,5 meter dan tinggi 1 meter yang lokasi berdekatan dengan sumur bor minyak tersebut. Diduga sumur tersebut dibuat fungsinya untuk memisahkan antara minyak dan air.

Sementara terkait permohonan bantuan Evakuasi ke pertamina prabumulih, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, Abdu Raziq saat di konfirmasi melalui WhatsApp mengatakan kalau pihak nya telah menyiapkan surat tersebut dari hari sabtu kemarin.

“Terkait permohonan ke pertamina prabumulih, suratnya sudah kami siapkan, berhubung hari Sabtu dan Minggu Libur, Baru hari ini senin (13/6) surat nya kami kirimkan ke prabumulih,” Terangnya.

(Apriansyah)