Jakarta, Aktual.com – Jajaran Bareskrim Mabes Polri berduka. Adalah Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipidkor) Brigjen Erwanto Kurniadi, dipanggil yang maha kuasa, pada Jumat (17/5) sore. 
Jenderal bintang satu itu, kabarnya meninggal dunia akibat terkena serangan jantung. 
Berdasarkan informasi yang didapat, usai shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Komplek Mabes Polri, almarhum pulang ke rumahnya untuk persiapan menghadiri undangan buka bersama di KPK. 
Namun takdir berkata lain, usai jatuh di tempat di kediamannya, Erwanto sempat dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Akan tetapi nyawanya tak dapat diselamatkan.
“Iya di RSPP, benar beliau meninggal karena sakit. Infonya serangan jantung,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi. 
Dedi mengatakan Polri sangat kehilangan dengan kepergian Erwanto. Ia menilai, sosok yang pernah mengabdi di lembaga antirasuah tersebut memiliki dedikasi dan kinerja yang sangat tinggi. 
“Beliau sangat berpengalaman dalam hal pemberantasan korupsi mulai di KPK hingga beliau menjabat Direktur Tindak Pidana Korupsi,” tutur Dedi. 
Lulusan Akademi Kepolisian 1989 dikenal sosok yang sederhana. Erwanto merupakan penyidik senior KPK waktu lembaga itu pertama kali berdiri. 
Di Bareskrim, Erwanto pernah menjabat sebagai Kasubdit V dan Wakil Direktur Tipidkor Bareskrim. 
Saat serah terima jabatan sebagai Direktur Tipidkor, dirinya sempat diminta oleh Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto yang saat itu menjabat Kabareskrim untuk menggunakan mobil dinas. Namun ia menolaknya. 
Diketahui, setiap ke kantor Erwanto menggunakan motor pribadi miliknya. Pernah sewaktu perjalanan dia mengalami kecelakaan hingga kakinya terluka. 
Selain itu, setiap akhir pekan pulang ke kediamannya Rangkasbitung, Lebak, Banten, Erwanto memilih menggunakan transportasi Commuter Line.
Rencananya almarhum akan disemayamkan di rumah duka di Komplek BTN Depag, Blok A 4 No.4/5 Kelurahan Muara Ciunjung Timur, Rangkasbitung, Lebak, Banten. 
()