Jakarta, Aktual.co — Ketika nama HM Prsetyo diumumkan menjadi Jaksa Agung menggantikan Basrief Arief untuk menduduki korps Adiyaksa tersebut, banyak kalangan mempertanyakan tiga hal utama. 
Pertama, apakah penunjukan tersebut melanggar aturan hukum, khususnya Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan. Kedua, apa alasan sesungguhnya di balik penunjukan HM Prasetyo. Ketiga, bagaimana nasib penegakan hukum oleh Kejaksaan Agung jika dikomandoi orang yang berlatar belakang partai politik, seperti HM Prasetyo
Namun, penunjukan tersebut punsudah resmi dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Masuknya Prasetyo pun langsung menggundang kritikan termasuk kritikan tajam yang datang dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad.
Alasan Abraham melotarkan kritikan pedas lantaran Prasetyo berlatar belakang Politikus asal Partai Nasdem, parpol yang dikomandoi oleh Surya Paloh itu. Meski begitu banyak kritikan dari kalangan termasuk dari Ketua KPK, Prasetyo menganggap kritikan yang mengarah kepadanya adalah hal yang biasa.
Bahkan saat ditanya apakah Samad cocok jadi Ketua KPK karena hanya berlatar belakang pengacara, Prasetyo menjawab lugas. “Cocok. Saya tahu latar belakangnya, Pak Abraham Samad sebagai pengacara,” kata Prasetyo saat meyambangi press room Kejagung, Senin (24/11).
Bekas politikus Partai Nasdem itu pun mengaku saat menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dulu, mengetahui kiprah Samad sebagai pengacara di sana. “Yang pasti kami pernah berdiam dan bertugas di daerah yang sama,” kata Prasetyo.
Menurutnya pula, Samad pun sudah tahu bagaimana kiprahnya saat bertugas sebagai Kajati Sulsel. “Waktu Kajati di Makassar dia (Samad) di situ saya pernah sekota dan dia tahu apa yang saya kerjakan di Sulsel,” kata. Prasetyo  yang juga bekas Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejagung itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu