Jakarta, Aktual.co —Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Nandar Sunandar membantah pihaknya tidak melakukan upaya antisipasi menghadapi hujan yang menyebabkan kerusakan di sejumlah taman di Ibukota. 
Meski mengakui ada taman yang rusak di sejumlah titik akibat terendam banjir, terkena angin, dalam hujan di beberapa hari terakhir, Nandar membantah pihaknya tak melakukan sejumlah upaya pencegahan.
Sejumlah langkah sudah dilakukan. Antara lain, dengan mengubah desain taman. Lalu dengan mengubah struktur tekstur tanah menjadi lebih gembur. Sehingga air lebih cepat meresap dan tidak menggenang.
“Air di bawah tanah sangat berguna supaya air menyentuh akar dan terlarut untuk kemudian dikonsumsi tanaman. Maka otomatis genangan berkurang,” ujarnya, di Jakarta, Jumat (28/11). 
Selain itu, taman juga didesain untuk danau buatan atau kolam penampung air. Sehingga juga berguna untuk cadangan air saat musim kemarau.
“Volume air saat hujan sangat tinggi sehingga harus ada tempat penampungan dan membuat aliran menuju ke sana. Saat musim panas, air ini pasti sangat berguna,” kata dia.
Dinas Pertamanan juga berharap kerjasama dari warga untuk menjaga taman. Dan tidak membuang sampah sembarangan, agar tidak menyumbat aliran air.
Terkait jumlah taman yang rusak akibat hujan di beberapa hari terakhir, Nandar mengaku belum mengetahui pasti. Karena sampai saat ini memang belum dilakukan inventarisasi kerusakan taman akibat banjir.
Perbaikan juga belum dilakukan di taman-taman yang rusak, di saat hujan deras dan genangan diperkirakan masih akan terjadi.
“Kalau diperbaiki sekarang, kemudian hujan deras maka kondisinya tidak lebih bagus,” dalihnya. Diakuinya, kerusakan taman memang selalu terjadi tiap tahun saat musim hujan. 

()

()