Aceh, Aktual.com – Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) dengan Yayasan Aceh Oil Institute (AOI) pada Sabtu, (26/11).

Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Kerja Disnakermobduk Aceh Qifti Reza Kesuma, ST, mengatakan bahwa agenda acara di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Aceh Utara tidak hanya kegiatan penutupan pelatihan dan program pemagangan dalam negeri.

“Namun juga diikuti dengan penandatanganan kesepakatan bersama Disnakermobduk Aceh dengan Yayasan Aceh Oil Institute dari kabupaten Aceh Utara terkait pengembangan dan peningkatan SDM sektor Minyak dan Gas Bumi,” katanya.

Advisor Aceh Oil Institute Marzuki Daham, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi luar biasa kepada Disnakermobduk Aceh atas inisiasi dan realisasi program peningkatan SDM Aceh melalui magang dalam negeri.

“Program Magang merupakan indikator utama untuk tercapainya keberhasilan program peningkatan pengembangan SDM Aceh,” ujar mantan kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) itu.

Menurut Marzuki, umumnya peserta Training Aceh Oil Institute sukses menjadi engineer, teknisi dan operator di perusahaan Migas di Qatar, Abu Dhabi maupun perusahaan Migas asing di dalam negeri karena mereka berhasil menguasai keahlian umum & khusus yang dibutuhkan oleh industri.

“Oleh karena itu penting sekali peran serta perusahaan di Aceh untuk mendukung program magang dalam negeri yang dicetus oleh Pemerintah sebagaimana yang diselenggarakan oleh Disnakermobduk Aceh,” terangnya.

Marzuki menambahkan bahwa di Aceh ada BPMA, menurutnya kehadiran BPMA seharusnya menjadi pihak pertama yang ikut mendukung program magang dalam negeri yang dilakukan oleh Disnakermobduk Aceh karena sejumlah perusahaan Migas yang beroperasi di Aceh berada di bawah kontrol BPMA.

Dirinya juga menyampaikannya terima kasih kepada PT Perta Arun Gas (PAG) Lhokseumawe yang sampai saat ini menjadi satu-satunya perusahaan Migas yang mendukung program magang Aceh Oil Institute,

“Semoga perusahaan lain ikut berpartisipasi mendukung Disnakermobduk Aceh dan Aceh Oil Institute dalam mencetak SDM Migas handal Aceh yang berdaya saing sebagai langkah strategis untuk mengurangi angka pengangguran di Aceh,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Saiful Bahri yang diwakili Komisi VI Muhammad Yunus, menyampaikan peningkatan kualitas SDM dapat mengurangi pengangguran dan ini merupakan hal yang sangat penting dan genting untuk segera diatasi agar tidak berimbas ke arah negatif.

“Untuk itu SDM Aceh harus dipersiapkan agar mampu mengelola potensi daerah ini yang melimpah ruah. Membuka lapangan kerja saja tidaklah cukup tanpa dibarengi dengan penguatan SDM. Kehadiran para perusahaan dalam misi mengurangi tersebut mutlak dibutuhkan. Partisipasi perusahaan dalam program pemagangan adalah sebagai salah satu kontribusi penting yang dibutuhkan saat ini,” ungkapnya.

Acara penandatanganan MoU ini turut dihadiri Sekretaris Disnakermobduk Aceh, Ketua DPRK Aceh Utara, Perwakilan DPR Aceh, Kepala Disnaker Aceh Utara, perwakilan dari Politeknik Negeri Lhokseumawe, Universitas Malikussaleh, serta perwakilan sejumlah perusahaan suksesi program magang dalam negeri.

(Ikhwan Nur Rahman)