Bupati Berau Sri Juniarsih saat mendampingi siswa yang hendak divaksin. Foto: Istimewa
Bupati Berau Sri Juniarsih saat mendampingi siswa yang hendak divaksin. Foto: Istimewa

Banda Aceh, Aktual.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh menyebutkan stok vaksin dosis Sinovac yang menipis di daerahnya menjadi hambatan dari cakupan vaksinasi COVID-19 bagi kelompok anak di provinsi paling barat Indonesia itu.

“Anak memang menjadi fokus yang kita kejar, terutama anak sekolah dasar. Cuma saat ini sulitnya, stok vaksin Sinovac sudah sangat menipis,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh Iman Murahman di Banda Aceh, Senin (23/5).

Pemerintah Aceh menargetkan vaksinasi anak usai 6-11 tahun sebanyak 581.929 orang. Saat ini, yang telah mendapatkan dosis satu sebanyak 486.786 orang atau 83,7 persen dan yang sudah melengkapi dosis dua baru 302.029 orang atau 51,9 persen.

Sejak Ramadhan 1443 Hijriah, kata dia, kelompok anak memang menjadi fokus pemerintah dalam meningkatkan cakupan penerima vaksin, terutama penerima dosis dua yang masih di bawah 70 persen.

Namun, hal itu terhambat karena stok vaksin Sinovac rata-rata kosong di 23 kabupaten/kota se Aceh. Sedangkan kelompok anak tidak direkomendasikan menggunakan dosis vaksin COVID-19 yang lain seperti Moderna, Pfizer dan lainnya.

Ia menjelaskan,  stok dosis di seluruh Aceh rata-rata di bawah 50 ribu dosis. Yakni Sinovac ada sekitar 45 ribu dosis, Moderna sekitar 25 ribu dosis dan Pfizer ada hanya sekitar 35 ribu dosis.

“Stok Sinovac rata-rata kosong, kalau pun ada enggak banyak. Di Dinkes Aceh sudah kosong bahkan sejak pertengahan Ramadhan lalu. Ini yang menjadi kendala,” katanya.

Tidak hanya di Aceh, menurut Iman, pemerintah pusat juga mulai kosong stok vaksin Sinovac. Hanya saja saat ini stok masih ada di beberapa provinsi lain, sehingga Aceh harus menunggu re-alokasi vaksin Sinovac dari daerah lain oleh pemerintah pusat.

“Kita sudah ajukan penambahan dosis Sinovac ke pemerintah pusat dari dua minggu lalu, namun belum ada responnya,” kata Iman.

Kendati demikian, lanjut dia, daerah-daerah yang masih memiliki dosis Sinovac terus melakukan vaksin anak. Namun ada juga daerah yang sudah menghentikan sementara karena stok Sinovac kosong seperti Aceh Utara, Bener Meriah dan beberapa daerah lain.

“Sekarang yang berlebih stok Sinovac itu Banda Aceh karena Banda Aceh sulit mengejar vaksinasi anak sehingga mereka masih banyak stok,” katanya.

(Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)