Jakarta, Aktual.com — Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal mengkritik sikap diplomatik pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri, terkait situasi di Venezuela menyusul invasi militer Amerika Serikat. Kritik tersebut ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Sugiono yang dinilai belum menyampaikan sikap tegas secara terbuka.
“Saya heran membaca pernyataan @Kemlu_RI terkait Venezuela yang sangat standar dan sama sekali tidak menyebut Amerika Serikat,” tulis Dino melalui akun X resminya, @dinopattidjalal, dikutip Aktual.com, Selasa (6/1/2026).
Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat itu mempertanyakan sikap Indonesia yang dinilainya enggan menyebut secara tegas pihak yang diduga melakukan pelanggaran hukum internasional. Ia menyinggung tindakan Amerika Serikat yang melakukan invasi ke Venezuela dan menculik Presiden Nicolás Maduro.
“Sejak kapan kita sungkan atau takut mengkritik kawan yang melakukan pelanggaran hukum internasional? Kenapa Menlu @Menlu_RI Sugiono sampai sekarang tidak bersuara, padahal dunia menunggu pandangan Indonesia sebagai pemain Global South yang penting,” tulis Dino.
Menurut Dino, sikap tegas Indonesia sangat dibutuhkan dalam situasi global saat ini. Ia menilai Indonesia memiliki rekam jejak menyampaikan penolakan secara terbuka terhadap invasi militer negara besar ke negara lain, meskipun menganut prinsip politik luar negeri bebas dan aktif.
“Ini momen Indonesia perlu percaya diri menunjukkan sikap, sama ketika kita dulu menentang invasi AS terhadap Irak. Bebas aktif itu artinya berani berpendirian,” ujarnya.
Dino menegaskan, kemitraan strategis dengan Amerika Serikat maupun negara lain tidak seharusnya membuat Indonesia bersikap pasif. “Bermitra dengan AS tidak boleh menjadikan Indonesia negara penurut yang mengorbankan hal-hal prinsipil,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Kolombia Gustavo Petro pada Minggu (4/1) malam waktu setempat. Trump menyebut Kolombia dijalankan oleh pemimpin yang ia tuding terlibat produksi kokain, tanpa menyertakan bukti.
Ketika ditanya soal kemungkinan operasi militer AS di Kolombia, Trump menyatakan hal tersebut “terdengar bagus.” Kolombia diketahui berbatasan langsung dengan Venezuela.
Pada Sabtu (3/1), Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan pertemuan darurat Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas serangan AS terhadap Venezuela. Dalam wawancara dengan Politico bulan lalu, Trump juga menyatakan tidak menutup kemungkinan memperluas operasi militer ke negara lain, termasuk Meksiko dan Kolombia.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















