Jakarta, Aktual.com — Pada perdagangan hari ini, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi untuk kembali berada di zona merah.
Kondisi ini dipicu oleh adanya aksi jual untuk ambil untung (profit taking) dan mulai positifnya laju di beberapa bursa global yang dipicu kenaikan harga minyak dunia.
Menurut Analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, laju negatif pada IHSG itu sangat mungkin terjadi, jika aksi beli kurang kuat mengangkat volume beli untuk mendorong IHSG ke zona hijau.
“Karena masih ada utang gap 4759-4760, untuk itu pelaku pasar harus tetap cermati sentimen yang ada,” jelas dia dalam analisis hariannya, Rabu (24/2).
Sentimen kenaikan laju bursa saham Eropa dan AS seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia dengan diikuti perburuan saham-saham metal dan komoditas, kata dia, memang tidak berlangsung lama. Tapi telah membuat adanya pembalikan arah melemah IHSG.
“Ditambah dengan maraknya aksi jual membuat harapan terhadap penguatan lanjutan telah sirna,” ucap Reza.
Sehingga pada perdagangan hari ini, kata dia, laju IHSG akan berada di target support di kisaran 4.638-4.590, sedangkan resiten pada rentang 4.701-4.731.
Apalagi berdasar analisis teknikal, indikator black spinning berada pada tren menurun dan MACD masih bergerak negatif. Sementara, indikator RSI, stochastic dan william’s %R akan melanjutkan tren penurunan.
“Sehingga dari indikator itu, laju IHSG masih di bawah area target support 4.655-4.675 dan hampir mendekati target resisten kami di 4.723-4.750, namun gagal bertahan,” ungkap Rezam
Untuk itu, lanjutnya, dengan adanya potensi pelemahan tersebut pada IHSG di perdagangan hari ini mesti disikapi para pelaku pasar dengan mempertimbangkan tujuh saham berikut:
1. BMRI akan berada pada kisaran 9100-9475. Disarankan buy on weakness (BoW) atau beli saat melemah selama diperdagangkan di bawah 9200.
2. TLKM akan berada pada kisaran 3185-3275. Dianjurkan beli selama diperdagangkan di atas 3210 dan cut-loss di level 3200.
3. CTRA akan berada pada kisaran 1305-1360. Disarankan beli selama diperdagangkan di atas 1315 dan cut-loss di level 1310
4. MNCN akan berada pada kisaran 1585-1685. Direkomendasikan beli selama diperdagangkan di atas 1645 dan cut-loss di level 1635.
5. TELE akan berada pada kisaran 710-765. Disarankan jula jika gagal bertahan di level 735.
6. KLBF akan berada pada kisaran 1265-1345. Dianjurkan beli selama diperdagangkan di atas 1300 dan cut-loss di level 1290.
7. SRIL akan berada pada kisaran 250-275. Dianjurkan beli selama diperdagangkan di atas 254 dan cut-loss di level 252.
Artikel ini ditulis oleh:
Arbie Marwan















