Jakarta, Aktual.co — Guru besar hukum pidana Prof Romli Atmasasmita dikabarkan masuk dalam panitia seleksi pimpinan KPK. Namun, ketika dikonfirmasi, Romli menganggap hal tersebut hanyalah rumor.
“Itu hanya rumor, saya juga tidak dapat pemberitahuan atau dihubungi secara resmi,” kata Prof Romli ketika ditanya perihal kabar soal Pansel pimpinan KPK, Senin (18/5).
Sementara itu, pakar hukum pidana Margarito Kamis mengaku tak tahu soal penunjukan pansel KPK yang dialamatkan kepadanya. “Saya baru tahu ini, saya baru sampai Jakarta,” kata dia ketika dihubungi terpisah.
Margarito mengaku ada banyak nama lain yang lebih mumpuni untuk duduk di Pansel KPK. “Ada Prof Jimly guru saya, ada Prof Mahfud, ada Zainal yang sudah lama di sana.”
Namun, bila benar dia ditunjuk menjadi Pansel KPK untuk memilih pimpinan lembaga antikorupsi, dia akan mempertimbangkannya. Masa jabatan pimpinan KPK jilid III akan berakhir Desember mendatang. “Saya akan pertimbangkan. Saya lebih memilih fokus mengajar sebenarnya.”
Diketahui, beberapa nama, seperti Saldi Isra, Refly Harun, dan Zainal Arifin Mochtar, Romli Atmasasmita dan Margarito Kamis, masuk dalam pansel KPK. (Baca juga: Aktivis Anti Korupsi Minta Jokowi Selektif Pilih Pansel KPK)
Santer kabar juga, Jimly asshiddiqie, Tumpak Hatorangan, Erry Riyana Hardjapamekas dan Oegroseno masuk dalam jajaran pansel. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD pun disebut masuk dalam susunan pansel. Beredar kabarnya nama yang masuk dalam pansel KPK itu tengah digodok di Sekretariat Negara. (Baca juga: ICW: Waspadai Penyusup di Pansel Capim KPK)
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















