Direktur Eksekutif YKMI Ahmad Himawan saat melakukan audiensi dengan Fraksi PPP DPR-RI (Dok. YKMI)

Jakarta, Aktual.com – Direktur Eksekutif Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) Ahmad Himawan menanggapi wacana reshuffle yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo.

Himawan berpendapat Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Asikin menjadi salah satu figur yang dinilai layak untuk di-reshuffle. Menurutnya, posisi Menkes seperti kursi panas lantaran sudah pernah mengalami pergantian.

“Selama pandemi ini, Menkes memang kursi panas karena sudah berapa kali mengalami pergantian,” ucapnya dalam Diskusi Aktual bertajuk Kasak-Kusuk Reshuffle pada Selasa (24/5) sore.

Himawan pun mengaku YKMI memiliki catatan yang kuat mengapa Menkes harus di-reshuffle. Yang pertama, ungkapnya soal penggunaan alat-alat kesehatan yang tidak menggunakan produk dalam negeri.

Mantan aktivis Mahasiswa ini juga mengatakan reshuffle bukan semata-mata hanya karena faktor politik. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk melakukan reshuffle antara lain kinerja, perspektif kepuasan, politik dan resiko kehancuran (damage control). Ia menambahkan jika reshuffle dilandaskan karena faktor politik hasilnya kemungkinan tidak akan berpengaruh signifikan bagi masyarakat.

“Tapi kalau faktornya karena kinerja atau damage control untuk mengontrol kerusakan image yang jelek dari kabinet, maka ada baiknya pak Jokowi mengambil hak prerogatif (Reshuffle) ini,” ujar Himawan.

Faktor terakhir terkait putusan MA yang mewajibkan vaksin halal dan meminta Kemenkes untuk melaksanakan putusan tersebut. Pengabaian Kemenkes dianggapnya merusak citra kinerja pemerintahan Presiden Jokowi secara keseluruhan.

“Kami tidak melihat Kemenkes menjalankan keputusan ini (putusan MA, sehingga dianggap mengangkangi Yudikatif dan dianggap tidak patuh,” terangnya.

Hal-hal tersebut berpengaruh pada damage control atau memberikan image yang jelek dan mengecewakan bagi kepemimpinan Presiden Jokowi.

(Nurman Abdul Rahman)