Jakarta, Aktual.co — Selain dilindungi sejumlah kelompok elemen masyarakat, terpidana kasus rekening gendut anggota Polres Raja Ampat, Labora Sitorus ternyata juga dilindungi oleh oknum aparat.
Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyulitkan petugas untuk menangkap dan mengembalikan Labora ke LP Sorong.
Untuk menghindari benturan antara petugas dengan oknum aparat yang diduga bersenjata, pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM bersama aparatur hukum yang lainnya mencoba upaya persuasif dengan meminta Labora kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sorong.
Petugas pun menjelaskan kepada Labora bahwa surat bebas yang dia klaim sebagai alasannya untuk bertahan di luar LP adalah surat tidak sah.
“Dia bertahan, tidak mau kembali ke LP dengan alasan telah mendapatkan surat bebas tersebut. Nah kita jelaskan bahwa surat tersebut aspal (asli tapi palsu),” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Handoyo Sudrajat saat dihubungi, Kamis (5/2).
Dia melanjutkan, upaya persuasif ini diharapkan dapat mengembalikan Labora tanpa harus ada benturan di lapangan. Menurut Handoyo, upaya persuasif ini akan dilakukan sampai batas waktu yang dianggap cukup.
Nantinya, jika upaya persuasif ini tidak membuahkan hasil, maka petugas akan melakukan penjemputan paksa terhadap Labora. “Kita upayakan persuasif dulu. Kita berharap dia kembali. Tapi kalau tidak ditanggapi juga, maka akan kita lakukan penjemputan paksa,” ungkap dia.
Sayangnya Handoyo mengaku belum mengetahui kapan rencana jemput paksa itu akan direalisasikan. Menurutnya hal tersebut tergantung bagaimana tim di lapangan menentukan kapan waktu yang tepat.
“Itu nanti teman-teman di lapangan yang akan menentukan kapan waktu yang tepat untuk penjemputan paksa,” katanya lagi.
Diungkapkan Handoyo, karena Labora juga dilindungi oknum aparat, maka pihaknya menggandeng seluruh aparatur hukum yang ada. Menurut dia, selain berkoordinasi dengan kejaksaan dan Polda setempat, pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Intelejen Nasional (BIN) di daerah.
“Selain itu kita juga berkoordinasi dengan unsur TNI. Kita berkomunikasi dengan Danrem setempat,” tegasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















