Jakarta, Aktual.co — Direktur eksekutif Energy Watch mengatakan bahwa Direktur Utama Pertamina yang nantinya ditunjuk oleh Pemerintah merupakan sosok bersih dan terbukti layak melalui uji integritas oleh KPK.

“Dari apa yang ditandatangani Jokowi-JK yang berkomitmen dengan KPK bahwa  bahwa sampai dalam penunjukan pejabat harus melalui tes integritas. Kami lihat sendiri suratnya ketika berkunjung ke KPK kemarin,” katanya saat ditemui usai diskusi publik bertajuk ‘Masa Depan Kedaulatan Energi di Bawah Pemerintahan Baru’ di Jakarta, Rabu (5/11).

Dirinya juga menegaskan bahwa dalam komitmen Presiden dan KPK itu juga menyebutkan bahwa tidak diperkenankan mengangkat pejabat berdasarkan hubungan kekerabatan atau kekeluargaan.

“Jadi kalau ditanya apakah harus bebas dari kooptasi keluarga Soemarno, jelas disitu tidak diperkenankan,” ucapnya.

Ia juga menyarankan agar Dirut Pertamina tidak boleh dari kalangan yang memiliki keterkaitan dengan sistem lama.

Lebih lanjut, Ferdinand mengkritisi langkah dari Kementerian BUMN yang dinilainya telah mencoba untuk memutus rantai dengan tim penilai akhir terkait pencalonan direksi BUMN.

“Kita mencermati pergerakan dari BUMN sendiri seperti apa. Jadi kita dapat informasi bahwa Menteri BUMN Rini Soemarno mencoba memutus rantai dengan tim penilai akhir, dengan mencoba menarik Kepres BUMN itu ada di kementeriannya,” lanjutnya.

“Ini kan aneh. Apa maunya dia? Berarti dia mau mencoba menguasai ini semua, semaunya dia aja,” tukasnya.

()

(Eka)