Jakarta, Aktual.co —Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menginstruksikan pada sekolah-sekolah untuk melakukan tindakan pencegahan kekerasan antarsiswa, tawuran dan kenakalan remaja menjelang akhir tahun.
“Menuju Desember ini saya instruksikan ke sekolah lagi supaya mencegah adanya kekerasan, tawuran dan kenakalan siswa. Saya perintahkan kepada seluruh kepala sekolah bekerja secara optimal supaya tidak terjadi hal-hal negatif,” kata Kepala Dinas Pendidikan Lasro Marbun di Jakarta, Jumat (7/11).
Menurutnya, sekolah akan melakukan tindakan tegas pada setiap siswa yang berkelakuan menyimpang, berupa sanksi jika pembinaan belum efektif mencegah kekerasan.
Ia mengatakan bagi siswa yang terlibat kekerasan dan sudah keterlaluan bahkan dapat menerima sanksi berupa dikeluarkan dari sekolahnya untuk menghindari pengaruh buruknya pada siswa lain.
“Kalau sudah tidak bisa dibina ya diberi sanksi supaya tidak mengganggu dan tertular pada pihak lain, itu harus. Selain itu, kalau sudah keterlaluan ya kami keluarkan dari sekolah,” tuturnya.
Kadiknas menginstruksikan hal tersebut pada seluruh sekolah dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Selain sekolah, melalui instruksi Nomor 63 Tahun 2014, Kadisdik memerintahkan Kepala Bidang Persekolahan untuk berkooordinasi dengan Suku Dinas Pendidikan Dasar/Menengah serta Kepala Suku Dinas dan Kepala Seksi Pendidikan Dasar/Menengah untuk memantau dinamika sekolah dalam antisipasi atau pencegahan kekerasan antarsiswa.
Ia memerintahkan jajarannya untuk memberikan laporan secara berjenjang jika ditemukan kekerasan, tawuran, dan kenakalan di wilayah kerja masing-masing.

(Andy Abdul Hamid)