Jakarta, Aktual.co —Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan tidak akan terjadi tumpang tindih antara program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan DKI, Lasro Marbu kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/11).
“Tidak akan terjadi tumpang tindih antara kedua program pendidikan tersebut (KJP dan KIP). Justru malah dua program itu akan saling mendukung,” ujarnya.
Dikatakan Lasro kalau hal tersebut tidak akan berbenturan lantaran adanya  pemisahan dalam kedua program pendidikan tersebut, khususnya terkait para penerima jaminan itu.
“Memang sepertinya akan ada pemisahan antara sasaran penerima KJP dan sasaran penerima KIP. Kita akan bahas ini lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait supaya tidak terjadi tumpang tindih,” katanya.
Perbedaan lainnya, dia menuturkan, yaitu terletak pada basis data yang digunakan. Untuk KJP, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggunakan data kemiskinan faktual.
“Artinya, Pemprov menyesuaikan dengan fakta yang ada di lapangan. Sedangkan, data yang digunakan dalam program KIP, yakni data dari Badan Pusat Statistik (BPS),” tutur Lasro.
Dengan demikian, dia mengungkapkan pihaknya akan melihat harmonisasi diantara kedua program jaminan pendidikan itu terlebih dahulu sebelum mengambil langkah selanjutnya.
“Yang pasti, Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat akan terus melakukan koordinasi dan harmonisasi di lapangan untuk menghindari tumpang tindih tersebut,” ungkap Lasro.

(Andy Abdul Hamid)