Massa Aksi 411 di depan patung kuda, Jakarta

Jakarta, Aktual.com – Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) menggelar unjuk rasa bertajuk “Aksi 411” di kawasan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (4/11) siang. Salah tuntutan GNPR adalah mendesak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mundur dari jabatannya.

Adapun ormas Islam yang menggelar aksi 411 di antaranya, Front Persaudaraan Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) dan Persaudaraan Alumni (PA 212).

Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif menjelaskan, aksi yang digelar secara damai itu bakal membawa sejumlah tuntutan. Salah satunya adalah mendesak Presiden Jokowi)untuk mundur dari jabatannya.

Tuntutan itu disuarakan karena sebelumnya tercetus kabar soal ijazah pendidikan Jokowi yang diduga palsu. Slamet pun mengeklaim bahwa sampai saat ini pihak Istana belum bisa membuktikan keabsahan ijazah Jokowi.

“Sampai hari ini kan memang belum ada tanggapan dan jawaban dari Istana ataupun Presiden yang sampai saat ini belum bisa menunjukkan ijazah SD, SMP dan SMA sampai perguruan tingginya,” ujar Slamet dalam keterangannya, Kamis (3/11).

“Itu kenapa alasan kami menginginkan dan menyuarakan untuk legowo Pak Jokowi mundur,” sambungnya.

Slamet Maarif mengatakan untuk aksi hari ini pihaknya telah mengirim surat pemberitahuan kepada polisi sejak tiga minggu lalu. Ia berharap kepolisian tak menghalangi aksi unjuk rasa ini.

“Saya memohon dengan sangat aparat pemerintah menjalankan kewajiban dengan baik mengawal dan mengemban aksi. Kami harap tidak ada penyekatan pengadangan pada umat yang hadir Aksi 411 supaya bisa berjalan dengan kondusif,” ujarnya.

Hal sama disampaikan Pimpinan GNPR Habib Muhammad bin Husein Alatas, mengatakan, aksi 411 digelar untuk menuntut Presiden Jokowi mundur karena gagal memimpin Indonesia.

“Kami menuntut Presiden Joko Widodo dengan legawa untuk mundur dari jabatannya sesuai Tap MPR 6/MPR/2001 tentang etika politik dan pemerintahan,” ujar Habib Muhammad bin Husein Alatas dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (3/11/2022).

Menurut Habib Muhammad bin Husein Alatas, Aksi 411 digelar setelah GNPR melakukan beberapa kali aksi yaitu Aksi Bela Rakyat satu, dua dan tiga. Akan tetapi tuntutan aksi tidak dipenuhi sehingga Presidium GNPR setelah musyawarah memutuskan untuk mengajak dan mengundang untuk menghadiri Aksi Bela Rakyat ke-4 dengan tuntutan Presiden Jokowi mundur dari jabatannya.

“Meminta Jokowi mundur sesuai UUD 1945 dan kebebasan berpendapat.Acara diawali dengan shalat Jumat di masjid Istiqlal kemudian longmarch menuju Istana,” tandasnya.

(Arie Saputra)