Jakarta, Aktual.co — Kebijakan dan tindakan politik pemerintahan Jokowi-JK jauh dari apa yang dijanjikan pada masa kampanye pilpres 2014 lalu.
“Jokowi efek kita sesalkan. Idealnya kalau apa yang dijanjikan Jokowi pada masa kampanye bisa direalisir saya kira pengaruh positif dari Jokowi efek bisa kita harapkan. Tetapi, kebijakan dan tindakan politik pemerintah jauh dari apa yang dijanjikan,” kata Pengamat Politik, Budi Setiono, Selasa (3/3).
Penyesalan berawal dari pemilihan menteri dalam ‘kabinet kerja’ yang tak sesuai aspek profesionalitas, dan lebih kepada bagi-bagi kekuasaan antar anggota (partai) koalisi.
“Kenyataannya kabinet sebagian besar menteri tidak memiliki ‘background’ yang sesuai untuk mengemban jabatan di posisinya masing-masing,” kata Budi.
Tak hanya itu, naiknya harga beras, gas elpiji, dan terbaru kenaikan harga BBM jenis premium, menambah kekecewaan. Kondisi buruk di lingkup ekonomi ini memberikan dampak pada lingkup kegiatan politik.
“Yang terjadi saat ini terjadi turbulensi harga dan nilai tukar rupiah tertinggi dalam lima tahun terakhir, sehingga mengharuskan adanya langkah konkrit dari legislatif dan eksekutif. Kalau tidak, bisa terjadi revolusi rakyat” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh: