Kiri-kanan ; Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Umum Partai Golkas Setya Novanto, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, memberikan keterangan persnya usai melakukan pertemuan di rumah Ketua Umum PDIP Megawati Seokarnoputri di Jalan. Teuku Umar, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016). Pertemuan tersebut membahas seputar situasi politik nasional, di antaranya susasana pertarungan para pasangan calon dalam Pilgub DKI 2017. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar Idrus Marham enggan membahas jika ada langkah hukum yang akan ditempuh Ade Komarudin atas pengembalian Setya Novanto sebagai ketua DPR RI.

Hal itu menanggapi periatiwa bilamana Ade Komarudin (Akom) mengambil langkah seperti yang dilakukan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

“Kita tidak mau membicarkan itu, kalau kita jelas prosesnya biasa. Ga ada pemecatan, tapi sudah dilakukan proses secara demokratis di DPP kemarin dipimpim Ketua Harian Pak Nurdin Halid, dan semua sepakat aklamasi,” kata Idrus, usai menggelar rapat fraksi partai Golkar, di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (23/11).

Tidak hanya itu, sambung Idrus, komunikasi terkait pengembalian jabatan Setya Novanto pun juga sudah dilakukan dan dijelaskan argumentasi dasarnya kepada seluruh pihak terkait internal partai beringin tersebut.

“Pertama pertimbangan hukum jelas, MKD dan MK kemudian kedua pertimbangan pembangunan demokrasi bagaimana menempatkan Setya Novanto sebagai simbol partai dalam rangka memimpin partai ini untuk ke depan dan seklaigus posisi lain kemudian pertimbangan politik juga sudh semua kita harmonisasi,” sebut dia.

“Jadi ini saya kira tak ada hal-hal sebenarnya perlu dibahas. Kita juga punya keyakinan bahwa partai lain yang selama ini kita posisikan sebagai mitra kerja kami dari partai Golkar, bukan musuh tetapi mitra kerja bersama untk melaksanakan fungsi kepartaian sebagai pilar demokrasi, dalam rangka fungsi legislasi pengawasan dan budgeting,” tandas Idrus.

(Laporan: Novrizal)

Artikel ini ditulis oleh:

Reporter: Novrizal Sikumbang
Editor: Eka