Jakarta, Aktual.com – Mantan Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI di periode 2009/2014, Igo Ilham, enggan berkomentar saat dikonfirmasi soal rapat komisinya pada 23-24 Juli 2014 lalu.

Rapat yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) DKI 2014. “Maaf, saya sedang ada acara,” jawabnya singkat saat dihubungi Aktual.com, Kamis (7/1).

Setelah itu, dia langsung memutus hubungan telepon. Saat coba dikonfirmasi melalui pesan singkat, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga tidak merespon.

Padahal sedianya Aktual.com hendak mengkonfirmasi pernyataan dari Anggota Komisi E 2009/2014, Fahmi Zulfikar Hasibuan mengenai jalannya rapat saat itu. Apakah dalam rapat itu sempat ada pembahasan tentang program pengadaan UPS.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fahmi mengatakan menyerahkan usulan program dibungkus amplop cokelat saat rapat internal Komisi E di tanggal 23 Juli 2014. Salah satu isi dokumen adalah usulan program pengadaan UPS. Menurut Fahmi, dokumen itu didapatnya dari Alex Usman, mantan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat.

Dari keterangan Fahmi, dirinya hadir saat rapat tanggal 23 Juli 2014. Tapi tidak hadir saat rapat tanggal 24 Juli 2014. Sedangkan di tanggal 24 itu Komisi E rapat dengan rekan beberapa SKPD Pemprov DKI. Nah, menurut Fahmi, Igo hadir di rapat tanggal 24 Juli itu.

Kendati menyerahkan usulan Alex ke Komisi E, Fahmi berkeyakinan UPS tidak diusulkan Komisi itu. Lantaran pada surat resume hasil rapat tanggal 23 dan 24  Juli bernomor No. 03/S/KE/DPRD/VII/20134 tertanggal 25 Juli 2014 yang ditandatangani Ketua Komisi E DPRD DKI, Firmansyah, tidak memuat adanya program/kegiatan terkait UPS pada sektor pendidikan.

Diketahui, sejauh ini dua anggota DPRD DKI periode 2009-2014 dari Komisi E yakni Fahmi Zulfikar dan M Firmansyah sudah ditetapkan jadi tersangka di kasus pengadaan UPS di APBD-P DKi 2014.

(Laporan: Fatah Hidayat Sidik)

()