Jember, Aktual.com – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Jember terus melakukan upaya untuk mewujudkan desa berbasis digital.

Capaian sejauh ini, dari 95 desa di 13 Kecamatan yang menjadi blank spot (area yang tidak terjangkau sinyal) Diskominfo Jember berhasil menyelesaikan 72 desa, sehingga tersisa 23 desa.

“Blank Spot sampai dengan hari ini, tinggal 23 desa dari sebelumnya 95 desa yang ada di 13 kecamatan dan ini kita masih upayakan minimal nanti percepatannya di kantor desanya dulu,” ujar Kadis Kominfo Jember Bobby Arie Sandy, Senin (25/07).

Menurutnya, dengan upaya ini, adalah salah satu upaya memberikan pelayanan yang lancar dan nyaman untuk masyarakat.

“Tujuan dari semua ini adalah memperlancar layanan yang sekarang kita sudah mulai TTE. Jadi sekarang kita menggalakkan publikasi layanan 18 plus oleh kominfo,” ungkapnya.

Layanan 18 plus sendiri merupakan layanan surat – surat untuk masyarakat, dengan melalui aplikasi J – KOPI (Jember Kota Pintar).

Targetnya sendiri, Diskominfo Jember akan menyelesaikan pengerjaan Jember Tuntas Blank Spot pada tahun 2022, sehingga ditahun 2023 Jember benar-benar bebas blank spot.

“Secepatnya akan kami selesaikan tahun ini, meski kendala di medan lapangan sangat berat. Termasuk 23 blank spot ini,” bebernya.

Adapun data yang diterima oleh aktual.com dari Diskominfo Jember, bahwa 23 desa yang masih tergolong daerah blank spot area yakni Desa Badean, Curah Kalong, Tugusari, Suco Pangepok, Plalangan, Karang Paiton, Sumber Anget, Suren, Mrawan, Sidomukti, Sumber Kejayan, Pakis, Suci, Gugut, Mulyorejo, Karangpring, Kelungkung, Arjasa, Sumberwaru, Gelang, Jambesari, Jambe Arum, dan Curahtakir.

(Aminudin Azis)

(Aminuddin Aziz)