Ilustrasi pekerja migran Indonesia
Ilustrasi pekerja migran Indonesia

Mataram, Aktual.com – Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, sekitar 70 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Mataram akan diberangkatkan ke Malaysia.

“Hasil koordinasi kami dengan perusahaan pengirim PMI, sekitar 50-70 orang calon PMI asal Mataram dijadwalkan akan diberangkatkan pada awal dan akhir bulan September 2022,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram Rudi Suryawan di Mataram, Senin (29/8).

Pernyataan itu disampaikan menanggapi adanya pelepasan sebanyak 204 calon PMI oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan negara tujuan Malaysia.

Namun dari 204 calon PMI yang dilepas itu tidak ada dari Kota Mataram, mereka berasal dari Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur.

Dikatakannya, sekitar 50-70 calon PMI asal Mataram yang menunggu jadwal keberangkatan itu sudah memiliki ID paspor atau rekomendasi untuk diberangkatkan melalui jalur legal.

“Mereka yang akan berangkat ke Malaysia tersebut sudah memiliki tujuan dan tempat kerja dengan jenis pekerjaan rata-rata di ladang kelapa sawit,” katanya.

Pengiriman calon PMI dengan negara tujuan Malaysia, katanya, segera normal kembali setelah sempat ditutup karena adanya indikasi pelanggaran terhadap perjanjian yang telah dilakukan antar pemerintah.

“Tapi setelah adanya kesepakatan kembali dalam bentuk MoU pekan lalu, pengiriman PMI ke Malaysia kembali dibuka. Semoga bisa terus normal,” katanya.

Rudi menambahkan, data penempatan calon PMI asal Kota Mataram per 1 Januari sampai 30 Juni 2022, tercatat sebanyak 125 orang dengan berbagai negara tujuan.

“Sebanyak 125 orang calon PMI sudah dibuatkan rekomendasi atau ID paspor, dan mereka siap diberangkatkan. Untuk pemberangkatan tergantung dari pihak perusahaan,” katanya.

Rudi menambahkan, sebanyak 125 calon PMI itu ada yang bekerja pada sektor formal dan informal dengan berbagai negara tujuan diantaranya ke Singapura, Taiwan, Malaysia, Berunai Darussalam, Romania, dan Saudi Arabia.

(Arie Saputra)