Sungailiat, Bangka, aktual.com – Dinas Pangan dan Pertanian (Dispanpertan) Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat luas tanaman kebun baru kelapa sawit rakyat di daerah itu mencapai 1.300 hektare.

Kepala Bidang Perkebunan Dispanpertan Kabupaten Bangka Subhan di Sungailiat, Kamis mengatakan penambahan kebun sawit rakyat atau mandiri ini tersebar di sejumlah wilayah kecamatan.

“Tingginya minat masyarakat membuka perkebunan kelapa sawit karena saat itu dipengaruhi oleh harga jual hasil panen tandan buah segar di tingkat petani mencapai kisaran Rp3.000 lebih per kilogram,” jelasnya.

Menurut dia, masyarakat memilih untuk mengembangkan perkebunan pada sektor tanaman kelapa sawit dengan mempertimbangkan investasi masa depan.

Dengan penambahan luas kebun sawit rakyat mencapai ribuan hektare sejak 2020 sampai 2022, lanjut Subhan, total luas kebun sawit rakyat di Kabupaten Bangka mencapai lebih dari 20.000 hektare.

Ia memastikan tanaman sawit di atas area perluasan kebun baru, rata-rata usia tanam satu tahun ke atas, bahkan terdapat yang mendekati masa panen, dengan kemampuan produksi panen sawit rakyat rata-rata 18,5 ton per hektare.

Subhan menyarankan masyarakat yang mulai menanam kelapa sawit, hendaknya dapat memilih bibit kelapa sawit yang unggul atau bersertifikat termasuk pola perawatan dan pemupukan yang teratur untuk mendapatkan hasil panen maksimal.

Sementara itu, harga tandan buah segar terus naik setelah sebelumnya mengalami harga yang cukup rendah di bawah Rp1.000 per kilogram.

“Harga tandan buah segar di pabrik kelapa sawit saat sekarang mencapai Rp1.863 per kilogram atau mengalami kenaikan harga jual dibanding harga sebelumnya hanya Rp1.849 per kilogram,” ujarnya.

Harga kelapa sawit hasil panen petani mandiri diprediksi masih terus mengalami kenaikan dengan harapan mencapai harga semua di atas Rp3.000 per kilogram.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)