Jakarta, Aktual.com -Target implementasi distribusi tertutup LPG 3 Kg terpaksa harus bergeser dari waktu yang direncanakan, pasalnya mekanisme baru ini belum mempunyai kesiapan instrumen pendukung dan masih dalam tahap persiapan oleh mitra kerja Kementerian ESDM.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wirat Maja menuturkan sejatinya ekspansi untuk menerapkan program ini secara nasional direncanakan pada Maret ini, namun mengingatk distribusi tertutup ini menggunakan akses banking card dan validasi data, maka pemerintah belum bisa berbuat lebih selain berupaya mendorong percepat persiapan infrastruktur penunjang tersebut.
“Maret mulai bangun infrastruktur dulu, begitu semua dapat kartu, baru kita serentak,” kata Wirat di Kantornya kawasan Kuningan Jakarta, Rabu (1/3).
Kemudian untuk tempat yang memang sudah lama dikaji oleh Kementerian ESDM untuk bisa menjadi wilayah yang pertama mendapatkan fasilitas distribusi LPG 3Kg secara tertutup. Mereka adalah Pulau Bangka, Lombok, Bali dan Batam.
Untuk tahap awal nanti kata Wirat, pemerintah tidak akan menerapkan secara serentak pendistribusian tertutup. Pemilihan keempat pulau ini karena pengawasannya bisa lebih mudah dan tidak sekompleks Pulau Jawa, meskipun Pulau Jawa adalah pasar pengguna LPG terbesar di Indonesia.
“Empat pulau identifikasi bank juga sudah siap mulai yaitu Bangka, Lombok, Bali dan Batam, infrastruktur siap baru implementasi,” ujarnya.
Untuk diketahui, memang menargetkan program distribusi LPG 3kg secara tertutup bisa dimulai pada tahun ini serta akan bisa diterapkan secara nasional pada 2018. Persiapan infrastruktur sendiri dilakukan tidak hanya bagi empat pulau tersebut namun juga diseluruh Indonesia sekaligus melakukan verifikas data penerima yang sempat menjadi hambatan sebelumnya.
“Jumlah penerima 54,7 juta setelah dievaluasi jadi 26 juta nanti kita masih verifikasi data, sambil persiapan infrastruktu jadi berkalan paralel,” tandasnya
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs
















