Banda Aceh, Aktual.co —Salah seorang pria bersenjata yang ditangkap Polres Lhokseumae hari Minggu (17/5) kemarin, membantah kalau dirinya merupakan bagian dari kelompok Din Minimi yang dicari polisi karena terlibat sejumlah aksi kejahatan. 
Pria berinisial ‘M’ ini juga mengatakan kalau senjata yang dimilikinya adalah milik kawannya berinisial ‘B’ yang berhasil melarikan diri.
M mengaku bersama ‘R’mau diajak ‘B’ mencari uang karena sudah dua tahun tak memiliki pekerjaan. “Kami diajak oleh B untuk mencari uang,” ujar M di Mapolres Lhokseumawe, Senin (18/5). 
Dia membantah kalau mereka disebut-sebut akan menculik Anggota DPRK Aceh Utara, Arafat. Meski mengakui akan meminta uang pada Arafat, namun M mengaku tak pernah bertemu dengan Arafat.
Saat dikonfirmasi apakah uang yang akan mereka minta dari Arafat bakal disetorkan ke kelompok lain, dia membantah. M mengatakan uang itu akan digunakan untuk dirinya sendiri bersama B.
Namun polisi tak begitu saja percaya pengakuan ‘M’ dan ‘R’. Kapolres Lhokseumawe AKBP Cahyo Hutomo melalui Kabag Ops Kompol Isharyadi tetap yakin kalau keduanya merupakan anggota kelompok bersenjata di bawah pimpinan Din Minimi. 
Isharyadi mengatakan pihaknya masih akan terus mengejar B yang sampai saat ini masih melarikan diri. Kata dia, pemburuan terhadap kelompok bersenjata di Aceh akan terus dilakukan sampai seluruh anggota kelompok itu berhasil ditangkap dan menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku.
Sedangkan M dan R diketahui terpaksa ditembak di betis kiri lantaran berusaha kabur saat akan ditangkap. 
Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Lhokseumawe menangkap dua terduga anggota kelompok bersenjata di Aceh, Minggu (17/5) sekitar pukul 24.00 WIB. 
Keduanya berinisial R (28) warg Desa Alue Dua, Nisam Antara, Aceh Utara dan M (35) warga Desa Pulo, Sawang, Aceh Utara. Mereka ditangkap di kawasan Desa Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Artikel ini ditulis oleh: