Jakarta, Aktual.co —Pedagang kaki lima (PKL) Monas tak terima dilarang berjualan oleh Pemprov DKI. Mereka ‘menantang’ Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk datang sendiri ke Monas dan bicara langsung dengan para pedagang.
Menanggapi sikap pedagang, Gubernur DKI Ahok justru curiga ada oknum membekingi mereka. Dia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melacak dan menangkap oknum tersebut. 
“Kita sudah tau bekingannya. Kita sudah lapor ke Pangdam dan polisi juga,” ujarnya, di Balaikota DKI, Jakarta, Rabu (10/12).
Lagipula, ujarnya, penertiban dilakukan untuk membersihkan Monas dari PKL. Sedangkan untuk mengizinkan PKL berdagang di Monas, perlu dilakukan seleksi. Pedagang yang lolos seleksi, nantinya bakal ditempatkan di lokasi yang sudah disiapkan Pemprov DKI. Yaitu di Lokasi Binaan Lenggang Jakarta.
“Bukannya kita mau kejam, tetapi kita bersihkan dulu terus seleksi lagi. Kalau enggak dibersihkan sekaligus susah seleksinya,” ucap dia.
Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta menutup pintu masuk kawasan Monas dari para PKL. Keberadaannya dianggap membuat Monas terlihat semrawut. Belum lagi banyak pedagang yang merusak rumput dan meninggalkan sampah di kawasan tersebut. 
Akibat penutupan tersebut, PKL yang biasa berdagang di kawasan Monas menjadi geram. Pemprov DKI dianggap telah menghentikan perekonomian mereka. Ahok pun ditantang turun langsung menertibkan mereka.
“Jangan hanya di kantornya aja. Ayo sini ikut tertibkan kita. Situ (Ahok) ada pasukan, kita juga ada,” ucap Doni (38), PKL Monas.
PKL dilarang berjualan di sekitar Taman Monas berdasarkan payung hukum Peraturan Daerah (Perda) No. 8  tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Perda tersebut juga sudah dipampangkan di area Monas.

()