Jakarta, Aktual.co — Dinas Perumahan dan Gedung Provinsi DKI akan membangun 500 blok rumah susun tematik pada akhir tahun 2014 mendatang. 
Penyebabnya rumah susun yang selama ini dibangun, mengakibatkan sebagian warga harus berganti pekerjaan.
“konsep rusun tematik ini memudahkan warga yang tinggal. Jadi konsepnya one stop living, ada pasar, klinik, sekolah, sarana lainnya. Jadi nggak perlu kemana-mana,” ujar Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Provinsi DKI Jakarta Yonathan Pasodung, Kamis (6/11).
Rumah susun tersebut akan digunakan sebagai tempat tinggal bagi warga yang terkena program penataan kota seperti normalisasi sungai.
“Plt Gubernur Pak Ahok menargetkan 500 blok tiap tahunnya. Rusun tematik itu alternatif dari pembangunan rusun yang sedang gencar-gencarnya kami bangun,” ujarnya.
Yonathan mengatakan, rumah susun tematik tersebut akan dibangun di tempat-tempat yang sesuai dengan mata pencaharian dominan masyarakat.
Ia memberikan contoh apabila akan dibangun rumah susun tematik di Muara Angke, maka nanti akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang mendukung mata pencaharian mayoritas penduduk Muara Angke yaitu sebagai nelayan, contohnya tempat pengeringan ikan.
“Nanti rusun tematik itu akan disesuaikan dengan pekerjaan mayoritas warga yang tinggal disitu. Akar mata pencarahariannya kami dukung dengan sarana. Jadi kami berharap produktivitasnya bisa jadi lebih bagus,” ujarnya.
Selain membangun rumah susun tematik di Muara Angke, Dinas Perumahan dan Gedung Provinsi DKI juga akan membangun rumah susun tematik di kawasan K.S Tubun, Tanah Abang yang mayoritas warganya bekerja di bidang tekstil atau garmen.
“Di Tanah Abang ini juga nanti akan dibuat sarana prasarana yang membantu mereka untuk meningkatkan skillnya. Kami juga akan bangun lokasi binaan yang nantinya akan dibawah dinas KUMKM,” ujarnya.

()