Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya memperkuat regulasi serta memfasilitasi industri film agar ekosistem perfilman di Jakarta tumbuh lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan, pengembangan industri film menjadi bagian dari agenda strategis pembangunan ibu kota.

“Karena itu, Jakarta Kota Sinema bukan sekadar slogan, melainkan agenda pembangunan kota,” kata Rano di Jakarta, Selasa.

Rano menjelaskan, penguatan ekosistem perfilman dilakukan melalui berbagai kebijakan, antara lain kemudahan produksi film, tata kelola lokasi syuting, penataan ruang publik, integrasi perizinan, perlindungan karya dan pelaku industri, serta dukungan terhadap penyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026.

Menurutnya, JYFF merupakan langkah strategis untuk memperkuat subsektor perfilman dan konten audiovisual di Jakarta. Ia optimistis, dalam dua tahun ke depan, ajang tersebut dapat berkembang menjadi festival film anak muda berskala internasional.

“Kami berharap lahir karya-karya yang menyuarakan Jakarta dengan segala keberagaman dan dinamika. Saya sangat yakin dalam waktu dua tahun ini Jakarta Youth Film Festival akan menjadi festival anak muda bertaraf internasional,” ujar Rano.

Jakarta Youth Film Festival 2026 mengusung tema “Jakarta Kota Kita”. Festival ini menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk berproses dalam ekosistem perfilman, sekaligus wadah aktualisasi talenta muda Jakarta yang sejalan dengan pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di DKI Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengatakan JYFF 2026 merupakan bagian dari rangkaian Jakarta Creative Festival yang akan berlangsung hingga awal Juli 2026.

“Jakarta Youth Film Festival merupakan ide orisinil dari Pak Wakil Gubernur. Kami mengeksekusi karena Bank Indonesia memiliki kepentingan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta dan visi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata Iwan.

Ia meyakini, sektor film tidak hanya berperan dalam membangun industri kreatif, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Mari kita dukung bersama visi menjadikan Jakarta sebagai Kota Sinema dunia,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano