Petugas menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang BNI Melawai, Jakarta, Selasa (15/9). Nilai tukar rupiah terpuruk terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang Federal Open Market Committee (FOMC), Selasa (15/9) menyentuh level Rp 14.408 per dolar AS atau melemah 0,52 persen dibandingkan hari sebelumnya Rp 14.333 per dolar AS. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ama/15

Jakarta, Aktual.com — Sempat menguat pada pembukaan Kamis (7/1) pagi, kurs rupiah justru bergerak semakin melemah di angka Rp13.963/USD. Rupiah pagi tadi dibuka di level Rp13.917/USD, atau menguat 26 poin dari penutupan sore kemarin.

Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya di New York pada Rabu (Kamis pagi WIB), menjelang laporan data penggajian non pertanian AS pada Jumat.

Di sisi ekonomi, lapangan kerja sektor swasta AS meningkat sebanyak 257.000 pekerjaan pada Desember dari November, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP.

Angka ADP diawasi dengan ketat sebagai pra-indikator untuk laporan penggajian non pertanian yang akan keluar pada Jumat.

Para pedagang sedang menunggu data ketenagakerjaan penting Desember, laporan ketenagakerjaan pertama sejak keputusan Federal Reserve AS menaikkan suku bunganya pada pertengahan Desember.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,19 persen menjadi 99,181 pada akhir perdagangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan