[ilustrasi] Dolar AS
[ilustrasi] Dolar AS

Singapura, aktual.com – Dolar berjuang untuk mendapatkan pijakan di sesi Asia pada perdagangan Selasa (17/5) pagi, dan yuan China menghentikan kemerosotannya dimana investor memangkas taruhan pada apakah kenaikan suku bunga AS akan mendorong kenaikan dolar lebih lanjut.

Greenback telah beringsut turun dari tertinggi dua dekade minggu ini dan sedikit lebih lembut di awal perdagangan Asia, sementara imbal hasil obligasi AS telah mundur sedikit karena para pedagang menganggap kenaikan jangka pendek yang agresif akan menyeret pertumbuhan AS jangka panjang.

Euro naik sekitar 0,1 persen terhadap dolar menjadi 1,0446 dolar AS serta dolar Australia dan Selandia Baru terangkat sekitar 0,1 persen dan turun dari posisi terendah multi-tahun.

Yuan China stabil di 6,7953 per dolar dalam perdagangan luar negeri, dan tampaknya menemukan dasarnya setelah merosot lebih dari 6,0 persen dalam sebulan.

Harapan untuk mengakhiri penguncian ketat COVID-19 di Shanghai telah mengimbangi data ekonomi April yang buruk dan para pedagang juga didorong oleh lebih banyak tanda dukungan kebijakan.

China memangkas suku bunga hipotek (KPR) untuk pembeli rumah pertama selama akhir pekan dan pada Senin (16/5), sumber mengatakan kepada Reuters bahwa pihak berwenang telah meminta beberapa pengembang properti yang sehat secara finansial untuk menjual obligasi guna membantu meningkatkan sentimen pasar.

“Dolar/yuan China telah menjadi pendorong besar mata uang G10,” kata Chris Weston, kepala penelitian di pialang Pepperstone di Melbourne, mengacu pada yuan di luar negeri. Dia menambahkan bahwa jeda dalam penurunannya serta menenangkan volatilitas pasar umumnya telah menghentikan kenaikan dolar, untuk saat ini.

“Banyak yang telah diperkirakan dan kami tidak mendapatkan berita baru dari pejabat Fed,” katanya. “Saya pikir orang-orang hanya mengambil sebagian dari uang itu dari meja saat ini.”

Sterling telah melambung sekitar 1,5 persen dari penangguhan dua tahun dan stabil di 1,2328 dolar pada hari Selasa. Yen bertahan di 129,115 dan bertahan di atas palung dua dekade.

Indeks dolar AS turun sedikit ke 104,100 dan sekitar 0,8 persen di bawah puncak 20 tahun pada Jumat (13/5) di 105,100.

Ekspektasi suku bunga global juga tumbuh lebih hawkish.

Kesenjangan antara imbal hasil riil obligasi Jerman dan AS 10-tahun telah menyempit lebih dari 30 basis poin bulan ini dan bank sentral di Inggris dan Australia telah menaikkan suku bunga.

Risalah dari pertemuan bank sentral Australia (RBA) pada Mei akan dirilis di kemudian hari seperti juga penampilan publik dari beberapa pejabat Federal Reserve, termasuk Ketua Jerome Powell pada pukul 18.00 GMT.

Dolar Australia terakhir dibeli 0,6976 daolar AS dan dolar Selandia Baru 0,6309 dolar AS.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)