Banjarmasin, Aktual.com – Ekonom dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Muzdalifah mengatakan pemerintah harus bisa memanfaatkan momen mudik Hari Raya Idul Fitri tahun ini untuk peningkatan perekonomian daerah secara maksimal.

“Semuanya sudah harus disiapkan saat ini guna menyambut kedatangan para pemudik mulai tata kelola objek wisata yang bagus, souvenir dan oleh-oleh dari pelaku UMKM dan sebagainya,” kata dia di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (14/4).

Muzdalifah menyebut keluar dan masuknya orang pada satu wilayah provinsi atau kabupaten dan kota bahkan antarpulau untuk mudik sangat berdampak, tidak hanya tentang pergerakan orang, tetapi juga pergerakan uang dari daerah asal ke daerah tujuan dan sebaliknya.

Aliran penduduk yang masuk sebagai pemudik tersebut berdampak pada maraknya kegiatan perekonomian daerah, mengingat mereka yang melakukan tradisi ini biasanya orang yang berhasil secara finansial.

Selain itu, lanjut dia, karena momen mudik sudah direncanakan sejak awal, maka biasanya juga diiringi dengan kesiapan secara finansial pula. Apalagi Ramadhan juga dimanfaatkan sebagai bulan untuk berbagi, sehingga volume uang yang beredar di masyarakat bertambah.

Menurut Muzdalifah, kerinduan akan kampung halaman tidak hanya untuk bertemu sanak saudara, tetapi juga merindukan makanan khas, sehingga terjadi peningkatan permintaan akan produk kuliner yang dinikmati saat mudik.

Begitu juga saat nanti kembali dari mudik, kata dia, maka akan marak permintaan produk khas lokal untuk dijadikan oleh-oleh berupa souvenir hingga produk kuliner yang kegiatan menggerakkan perekonomian daerah.

“Kerinduan akan kuliner juga mengakibatkan permintaan bahan pokok dari rumah tangga meningkat karena ingin memberikan sajian terbaik di momen berkumpulnya keluarga,” katanya.

Kebersamaan juga biasanya dinikmati dengan berwisata, sehingga setelah Lebaran biasanya daerah tujuan wisata setempat akan dipadati pengunjung dan perekonomian di daerah wisata juga meningkat karena banyaknya orang datang.

“Tentunya kita berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan karena jika kasus COVID-19 kembali naik pasca-Lebaran maka peningkatan aktivitas ekonomi selama momen mudik menjadi sia-sia,” jelas doktor bidang ilmu ekonomi jebolan Universitas Airlangga itu.

(Antara)

(A. Hilmi)