Jakarta, aktual.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partanonan Daulay mempertanyakan penggunaan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) yang baru menambahkan perusahaan yang memproduksi vaksin halal untuk bisa dibeli padahal dosis vaksin sudah cukup bahkan lebih.

“Kemarin kan ada KMK baru yang menambahkan perusahaan-perusahaan yang memproduksi vaksin halal untuk bisa dibeli, ini pertanyaan saya, KMK ini gunanya apa? tetapi ibu tadi mengatakan dosisnya sudah cukup bahkan lebih, lebih 3 juta dosis,” ucapnya saat RDP di Senayan, Selasa (31/5).

Saleh juga mempertanyakan vaksin merah putih yang akan diproduksi sebanyak 240 juta dosis pertahun apakah akan dibeli atau tidak, padahal vaksin tersebut merupakan produk dalam negeri.

“Itu yang merah putih saya senang dengarnya, kan akan memproduksi 20 juta dosis perbulan atau 240 juta dosis pertahun kan besar, tapi ini dibeli ngga?” tanyanya.

Pernyataan-pernyataan Pemerintah, menurutnya, membingungkan sebab satu sisi vaksin sudah mengalami over stok di sisi lain ada vaksin merah-putih yang telah dijamin kehalalannya bisa digunakan sehingga keberpihakan pemerintah untuk menyokong produk dalam negeri tidak jelas.

“Lalu untuk apa vaksin merah putih lagi? Bagaimana keberpihakan pemerintah dalam hal ini untuk menyokong produk vaksin dalam negeri,” tegasnya.

(Rizky Zulkarnain)