Jakarta, Aktual.co — Penerapan uang muka atau DP (down payment) murah untuk mendapatkan sepeda motor baru secara kredit mengakibatkan penjualan kendaraan bekas di Temanggung lesu.

“Kemudahan masyarakat mendapatkan sepeda motor baru dengan DP murah yang diterapkan sejumlah diler dalam dua tahun terakhir mengakibatkan jual beli kendaraan bekas mengalami penurunan drastis,” kata anggota Persatuan Perantara Kendaraan Bermotor (PPKB) Parakan, Tamroji (34), di Temanggung, Jumat (28/11).

Kini konsumen yang ingin membeli sepeda motor dengan cara kredit cukup menyediakan dana Rp1.000.000 atau bahkan kurang dari nilai tersebut bisa membawa pulang sepeda motor baru.

“Dulu untuk mendapatkan sepeda motor baru secara kredit minimal konsumen harus mempunyai dana 30 persen dari nilai harga kendaraan, tetapi sekarang DP lebih ringan,” katanya.

Sebelumnya dirinya bisa menjual 15 hingga 30 unit sepeda motor bekas per bulan, kini bisa menjual 10 unit per bulan sudah bagus. Satu sepeda motor yang telah dipakai sekitar dua tahun, nilai jualnya akan turun sekitar Rp2,5 juta hingga Rp4 juta, tergantung merek kendaraan.

Menyinggung kenaikan harga bahan bakar minyak, dia mengatakan tidak berpengaruh terhadap transaksi penjualan sepeda motor bekas.

Hal serupa juga dialami anggota Persatuan Pedagang Sepeda Motor (PPSM) Temanggung, Yoha (45). Kemudahan konsumen mendapatakan sepeda motor baru cukup memukul penjualan sepeda motor bekas. Kalau sulit untuk menjual satu sepeda motor maka pihaknya memilih untuk menjual ke diler sepeda motor bekas.

Harga sepeda motor bekas di pangkalan lebih murah daripada di diler, dengan selisih bisa Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per unit.

()

(Eka)