Jakarta, aktual.com – Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera meminta kepada Komisi Pemilihan Umum RI untuk menjaga data-data rakyat Indonesia.

“Hacker-hacker yang kemarin jual data itu sangat mengancam proses kerja keras yang dilakukan partai-partai dalam melakukan recrutment,” ucapnya saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan KPU, Bawaslu dan DKPP, di Gedung DPR RI Komisi II, Jakarta, Senin (12/9).

Ia mewanti-wanti kepada KPU agar berhati-hati terhadap hacker Bjorka terhadap keamanan data-data pemilih nanti.

“Hacker Bjorka hanya satu orang bisa mengacak-acak,” ungkap anggota DPR Fraksi PKS ini.

Sebelumnya, diberitakan 105 juta data KPU diduga alami kebocoran. Kebocoran tersebut diunggah pada hari Selasa (6/9) oleh anggota forum situs breached.to dengan nama identitas ‘Bjorka’ yang juga membocorkan data riwayat browsing pelanggan Indihome dan data registrasi kartu SIM.

“Soal klaim peretas memiliki data KPU, kami belum tahu kebenarannya, yang jelas kalau KPU RI itu dalam kondisi aman dan terproteksi,” ujar Idham.

(Rizky Zulkarnain)