Jakarta, aktual.com – Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, meminta pemerintah menjaga kestabilan rantai pasok serta harga bahan makanan di tengah meningkatnya permintaan konsumsi masyarakat selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Hendry menegaskan pemerintah perlu terus melakukan pengawasan dan pengendalian untuk mengantisipasi potensi gangguan terhadap ketersediaan bahan pangan, sekaligus memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Kami harapkan pemerintah terus mengontrol, mengawasi dan mencarikan solusi atas potensi persoalan ketersediaan bahan baku. Bahkan harganya,” kata Hendry dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan, lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran secara langsung akan meningkatkan permintaan terhadap berbagai bahan pokok, seperti tepung, daging, susu, minyak goreng, dan komoditas lainnya. Kondisi ini, menurutnya, harus diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang memadai.
“Tingginya konsumsi masyarakat menyebabkan naiknya permintaan atas bahan baku seperti tepung, daging, susu, minyak goreng dan lain-lain. Para pelaku UMKM sangat berkepentingan atas hal ini,” ujarnya.
Hendry juga menilai momentum meningkatnya konsumsi masyarakat seharusnya dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya langkah antisipatif agar tidak terjadi gejolak ekonomi akibat ketidakstabilan harga.
“Jangan sampai inflasi dan deflasi terjadi. Masyarakat menahan untuk berbelanja karena harga kebutuhan yang melambung tinggi. Kenaikan sewajarnya dapat dimaklumi oleh konsumen karena memang momentum memaksa hal itu terjadi,” tuturnya.
Ia menambahkan, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjadi faktor penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan pelaku usaha, khususnya UMKM, dapat menjalankan aktivitas ekonomi secara optimal selama periode Ramadhan dan Lebaran.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Okt

















