Jakarta, Aktual.co — Meski sudah dilakukan sejumlah persiapan dalam bentuk pengamanan hingga pemindahan dua tahanan gembong narkoba “Bali Nine” asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, namun pemerintah Indonesia belum juga melakukan eksekusi mati kedua WNA tersebut. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan  tegas mengaku tidak akan memberikan grasi kepada dua terpidana tersebut.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin mengaku aneh dengan pemerintah Indonesia yang belum melakukan eksekusi mati tersebut.

“Saya tidak tahu pemerintah menunggu apa lagi, kok ditunda-tunda (eksekusi hukuman mati),” kata Hasanuddin, di Jakarta, Minggu (15/3)

Ia berpandangan bahwa saat ini pemerintah dianggap tidak menghiraukan kondisi psikologis para terpidana tersebut, pasalnya, semakin hari kondisi kejiwaan duo Bali Nine tersebut akan terguncang lantaran dalam menunggu eksekusi hukuman mati tersebut.

“Disamping secara psikologis, penundaan eksekusi mati tidak baik untuk terpidana, secara politis juga tidak menguntungkan (untuk Indonesia),” ujar Ketua DPD PDIP Jawa Barat tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka