Jakarta, Aktual.co — Komisi VII DPR RI menyepakati usulan Pemerintah anggaran subsidi listrik yang sebesar Rp66,15 triliun.

“Subsidi listrik menjadi Rp66,15 triliun, kita sepakat menyetujui,” kata Ketua Komisi VII Kardaya Warnika dalam rapatnya bersama Kementerian ESDM di gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/2).

Sebelumnya, dalam rapat tersebut Pemerintah memang mengusulkan anggaran subsidi listrik sebesar Rp66,15 triliun, angka tersebut menurun yang dianggarkan sebelumnya sebesar Rp67,66 triliun.

“Penurunan anggaran subsidi listrik tersebut dikarenakan beberapa perubahan. Seperti penetapan harga rata-rata minyak Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang awalnya USD60 per barel menjadi USD70 per barel dengan nilai tukar atau kurs Rp12.200 per USD. Asumsi kurs Rp12500, ICP 60 maka ketemu Subsidinya Rp66,15 triliun,” kata Menteri ESDM Sudirman Said.

Selain itu, lanjut dia, dengan adanya penundaan penerapan tarif fluktuatif pada golongan pelanggan 1300 volt ampere (Va) dan 2200 Va akan memberikan tambahan subsidi sebesar Rp1,3 triliun.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman juga  mengatakan, penundaan penerapan tarif golongan 1300 Va dan 2200 Va sebagai upaya meringankan beban masyarakat.

“Ditunda 1 Januari sampai Mei, sesuai surat PLN yang meminta penundaan 1300 watt dan 2200 watt,” tukas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka