Indikasi Mark Up Pengadaan Kapal Oleh Pertamina Trans Kontinental
Indikasi Mark Up Pengadaan Kapal Oleh Pertamina Trans Kontinental

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKB, Nurhayati berjanji akan menanyakan kepada Direksi PT Pertamina (persero) tentang dugaan penyelewengan pengadaan ship building contract (SBD) yang terjadi pada tahun 2013 oleh anak usahanya PT Pertamina Trans Kontinental.

Dia mengaku selama ini telah mengetahui kasus tersebut dari informasi yang beredar di media masa. Namun komisi VI DPR belum mengambil sikap apapun untuk mengkonfirmasi kebenaran indikasi korupsi itu.

“Memang sudah beredar di media, tapi secara resmi belum disikapi oleh komisi. Nanti kalau RDP dengan Pertamina, kemungkinan kita akan menayakan,” kata Nurhayati kepada Aktual.com, Kamis (15/9).

Sebelumnya Center for Budget Analysis (CBA) menemukan adanya dugaan penyimpangan proyek pengadaan ship building contract (SBD) senilai USD5.550.000 pada anak usaha PT Pertamina yakni PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) yang berlangsung pada tahun 2013.

Menurut Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, sejak awal proses tender proyek tersebut telah menunjukkan kejanggalan. Dari 3 perserta bidder diketahui PT Tri Ratna Diesel Indonesia hanya menempati peringkat kedua. Namun anehnya direksi PTK malah menunjuk PT.Tri Ratna Diesel sebagai pemenang.

“Memang agak aneh dari hasil keputusan rapat rencana pembangunan small marine Vessels Proyek DSLNG. Dimana direksi menetapkan PT Tri Ratna Diesel Indonesia menjadi pemengang tuk pembangunan small marine vessel,” kata Uchok kepada Aktual.com, Jumat (9/9).

Alhasil pengerjaan proyek itu mengalami keterlambatan dan banyak perangkat yang tidak sesuai spec pada ship building contract (SBC). “Direksi memilih perusahaan yang belum memenuhi syarat, dan hasilnya terlambat serta tidak sesuai spec yang dipesan,” tandasnya.

Laporan: Dadangsah Dapunta

(Arbie Marwan)