Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengingatkan bahwa separatisme jauh lebih berbahaya bagi kedaulatan Indonesia dibanding terorisme.
Teroris, menurut dia tidak punya cara sistematis yang bisa mengganggu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibandingkan separatisme yang membahayakan kedaulatan negara.
Karena itu, terkait kedaulatan NKRI, isu separatisme jauh lebih berbahaya daripada isu terorisme. “Teroris tidak punya sistem yang bisa mengganggu kedaulatan NKRI tapi para separatis menggunakan segala cara untuk mengganggu NKRI,” ujar Mahfudz, Rabu (25/8).
Dia pun mencontohkan kekhawatirannya ketika Komisi I berkunjung ke Aceh dan bertemu para “stakeholder” di sana. “Para ‘stakeholder’ mulai membiasakan diri untuk mengucapkan bahwa ada pemerintahan kami dan Pemerintah Indonesia,” katanya.
Terminologi ini mulai dipopulerkan dan akan menghidupkan bibit separatisme.
“Kedua, masalah Papua, ada isu perpanjangan kontrak Freeport dan lain-lain. Saya rasa pemerintah harus cermat. Karena bagaimanapun Amerika Serikat punya kepentingan terhadap keberadaan Freeport,” katanya.
Selain itu, mereka juga memanfaatkan isu Melanisia bersama Papua Nugini, Vanuatu, Fiji dan Salomon Island. “Padahal kalau mau melihat justru suku Melanisia paling banyak ada di Indonesia, selain Papua juga ada di Maluku dan NTT,” katanya.
Jadi, kata politisi PKS itu, seharusnya yang berhak mengklaim sebagai suku Melanisia itu Indonesia. “Mereka mau membangun sentimen ras. Ini tidak boleh,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:

















