Jakarta, Aktual.co — Deportasi yang dialami ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Tangerang, Banten yang bekerja di Malaysia, mendapat tanggapan serius dari legislatif Kabupaten Tangerang.
“Kami sudah mendapatkan laporan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi bahwa dalam waktu dekat mereka pulang,” kata Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang Syaifullah, di Tangerang, Rabu.
Namun pihaknya belum mendapatkan kabar pasti menyangkut kepulangan para TKI tersebut karena melalui pelabuhan di Batam dan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Sedangkan para TKI yang tidak resmi itu nantinya melalui Bandara Hang Nadin Batam dan ada juga melalui Kota Pekanbaru, Riau, setelah itu kembali ke daerah masing-masing menggunakan kendaraan umum.
Pihaknya juga sudah mendapatkan kabar bahwa para TKI tersebut diperlakukan tidak manusiawi di Malaysia dan mereka tidak memiliki tempat layak untuk istirahat.
Dalam laporan itu ada juga TKI yang tidur di kolong jembatan dan pondok reot di kebun kelapa sawit di Malaysia.
Dia menambahkan TKI tidak resmi itu sebaiknya mencari pekerjaan di Kabupaten Tangerang karena banyak pabrik yang dapat menampung pekerja lokal.
Diharapkan aparat Disnakertrans Pemkab Tangerang dapat memberikan pelatihan kepada TKI itu agar mereka dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dia mengutip keterangan Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar bahwa lebih baik menjadi transmigran dengan membuka lahan baru dari pada sebagai TKI tidak resmi.
Sementara itu, Kepala Seksi Penempatan Kerja Disnakertrans Pemkab Tangerang Ahmad Hidayat mengatakan pihaknya telah mendata para TKI yang tidak resmi bekerja di Malaysia itu mayoritas berasal dari wilayah Pantura.
“Ada enam kecamatan yang menjadi kantong TKI tidak resmi di wilayah ini seperti dari Kecamatan Kemiri, Teluknaga, Kosambi, Pakuhaji, Kresek dan Kronjo,” kata dia.

(Ant)

()