Surabaya, Aktual.com – Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M Iqbal, nampaknya sudah mulai gerah dengan para bandit di Surabaya. Pasalnya dua hari berturut-turut tim anti bandit bentukan Polrestabes Surabaya menembak mati para pelaku kejahatan di Surabaya.

“Kemarin dua bandit mati ditembak. Sekarang pelaku perampokan mati ditembak. Ini pesan kematian untuk bandit yang belum tertangkap. Ini Surabaya, jangan macam-macam,” ancam M Iqbal, Rabu (27/9).

Diakuinya, anggotanya bisa lebih kejam daripada para bandit di Surabaya. Pasalnya, bandit di Surabaya sudah di luar batas. Tega membunuh korbannya.

Seperti Ahmad Fauzi yang tewas ditembak tim anti bandit pada Rabu, (27/9). Fauzi diburu sejak beberapa bulan, karena melakukan perampokan toko sembako di Jalan Kapas Krampung hingga membunuh pemilik tokonya.

Kendati dua rekannya sudah tertangkap lebih dulu, namun Fauzi masih kerap melakukan aksi kejahatan di beberapa lokasi.

“Waktu merampok kan ada CCTV. Belum tertangkap masih berulah lagi. Para korban melaporkan ciri-ciri pelaku seperti sosok Fauzi,” lanjutnya.

Naas bagi Fauzi. Ia kepergok polisi saat melintas di Jembatan Suramadu Surabaya. Saat dikejar, Fauzi malah turun dari kendaraan hendak menikam polisi dengan parangnya. Namun, polisi lebih siap dan melakukan tembakan tepat di jantungnya hingga tewas.

“Ternyata jimat yang dipakai pelaku di sabuknya, nggak mempan dengan peluru,” sahut salah seorang tim anti bandit.

(Ahmad H. Budiawan)

(Arbie Marwan)