Jakarta, Aktual.co —Rencana Pemprov DKI untuk melakukan rotasi besar-besaran pegawainya di akhir Desember 2014, jadi kenyataan. Meski waktunya meleset sedikit menjadi 2 Januari 2015.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sendiri yang akan lakukan pelantikan. Namun dia sendiri mengaku belum bisa memastikan jumlah pegawai yang akan dilantik.
“Bisa 2000-an orang,” ujarnya, di Balaikota DKI, Senin (29/12).
Lantaran jumlah pegawai yang dilantik sangat banyak, pelantikan tak akan digelar di Balaikota DKI. Tapi Jumat pagi di lapangan Monas. Ruangan di Balaikota dianggap bakal tak cukup menampung seluruh pegawai yang dilantik. 
Sebelumnya, Ahok mengatakan rotasi dilakukan untuk memutus mata rantai pegawai yang dianggap berkinerja buruk.  Dia tak memungkiri akan muncul penolakan dari mereka yang kena rotasi. Tapi dia tak mau ambil pusing.
“Kalau ada PNS yang sakit hati enggak apa-apa,” ujarnya Kamis (11/12). 
Namun, Ahok mengaku tetap membuka peluang bagi pegawai yang kena rotasi untuk kembali ke jabatannya semula. 
“Kalau misalnya bapak ibu berkinerja baik dan merasa tidak senang saya pindah jabatkan, lapor saja ke saya. Nanti saya analisa untuk kembali ke jabatan semula.”

Artikel ini ditulis oleh: