Jakarta, Aktual.com – Kepolisian hingga saat ini belum bisa mengidentifikasi dua orang korban tewas dalam kecelakaan lalu lintas tunggal Sedan Camry di jalur TransJakarta Senen, Jakarta Pusat, Senin (7/2) dini hari karena minimnya bukti identitas pada peristiwa itu.

“Untuk identitas kedua korban masih dalam tahap penyelidikan, nanti kami lakukan uji tes DNA (deoxyribonucleic acid) terlebih dahulu,” kata Kepala Subdirekorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arga Dija Putra di Jakarta, Senin (7/2).

Arga menjelaskan ada beberapa kendala yang dihadapi tim identifikasi antara lain jasad kedua korban yang dalam kondisi terbakar dan tidak adanya kartu identitas.

Petugas hanya menemukan satu kartu berobat atas nama seorang perempuan berinisial F. Meski demikian polisi tidak bisa memastikan apakah kartu tersebut adalah milik salah satu korban tewas.

Jenazah kedua korban tewas selanjutnya akan dibawa ke RS Polri Kramat Jati guna dilakukan tes DNA.

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap data registrasi kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut.

Namun saat didatangi petugas alamat tersebut tidak ditemukan.

Petugas menduga bahwa kendaraan tersebut telah dijual oleh pemilik sebelumnya.

“Nomor polisi sudah kita cek, tapi bukan. Mobil itu sudah dijual. Sudah kita cek sesuai nomor polisi, kita datangi ke rumah tersebut, informasi dari tetangga, RT RW tersebut sudah ada pemekaran. Saya tanya ke RT RW ada yang kenal tidak? Tidak ada yang kenal katanya,” ujar Arga.

Dugaan sementara pihak kepolisian adalah pengendara sedan Camry tersebut adalah karena kurang konsentrasi dalam mengemudikan kendaraannya.

Adapun peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada Senin dini hari pukul 00.30 WIB.

Kejadian bermula saat kendaraan sedan tersebut berjalan dari arah selatan ke utara melalui Jalan Raya Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Sesampainya di seberang Terminal Bus Senen, kendaraan menabrak separator TransJakarta kemudian terbakar.

Kendaraan sedan pun mengalami kerusakan karena seluruh bodi terbakar.

Hingga kini, Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat masih menyelidiki dugaan penyebab kecelakaan.

(Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)