Jakarta, aktual.com – Dua orang tewas dan 15 lainnya mengalami luka-luka saat upaya untuk menghentikan prosesi oleh organisasi Hindu sayap kanan di negara bagian Haryana, India bagian utara, pada hari Senin (1/8), menurut pernyataan polisi.
Kejadian tersebut terjadi di distrik Nuh, yang mayoritas penduduknya Muslim. Sejumlah mobil terbakar dan bebatuan dilemparkan ke arah polisi. Pemerintah negara bagian telah mengerahkan pasukan tambahan untuk mengendalikan situasi, seperti yang dilaporkan oleh Press Trust India.
Untuk membubarkan kerumunan, polisi menggunakan gas air mata dan juga melepaskan tembakan ke udara. Selain itu, jaringan internet di wilayah tersebut diputus, dan diberlakukan perintah yang melarang pertemuan besar.
“Kejadian hari ini sangat disayangkan, Saya meminta semua orang menjaga perdamaian di kota ini. Pihak yang bersalah tidak akan selamat, tindakan tegas akan dijatuhkan kepada mereka,” cuit Kepala Pemerintahan Haryanan Lal Khattar di X, platform yang sebelumnya disebut Twiiter.
Beberapa sumber menyatakan bahwa bentrokan terjadi setelah Monu Manesar, seorang penggembala sapi yang menjadi buron atas berbagai kasus pidana termasuk pembunuhan dua pria Muslim pada bulan Februari di Rajasthan, mengancam dalam sebuah video bahwa dia akan mengikuti reli tersebut.
“Prioritas utama kami adalah mengendalikan situasi. Kami meminta semua pihak menjaga perdamaian. Kami juga berusaha mengirimkan pasukan dengan helikopter,” kata Menteri Dalam Negeri Anil Vij.
Ketegangan antara Hindu dan Muslim di India meningkat dalam beberapa tahun terakhir, yang mana para pengamat menyatakan negara menutup mata dan tidak berbuat banyak untuk menghentikan kekerasan.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain












