Denpasar, Aktual.co —Dua orang diduga tertembak peluru tajam saat tengah mengantre dana kompensasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kantor Pos Payangan, Gianyar, Bali.
Mereka adalah I Nyoman Misi (50) dan I Wayan Sudana (57). Keduanya asal Banjar Lebah A, Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali.
I Nyoman Misi mengalami luka tembus pada kepala dengan panjang tiga centimeter. Sementara I Wayan Sudaha mengalami luka tembus pada paha kiri dengan panjang dua centimeter. Atas peristiwa yang menggegerkan itu, tiga orang saksi diperiksa.
Kasat Reskrim Polres Gianyar, Ajun Komsaris Aris Purwanto membenarkan adanya dua korban terluka saat tengah mengantre pencairan dana Bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (BPSKS) di Kantor Pos Payangan.
Namun dia membantah jika keduanya disebut tertembak peluru nyasar. “Saya bingung baca beritanya itu. Dari saksi-saksi yang kami periksa tidak ada bunyi letusan atau bunyi ‘dor’ gitu,” kata Aris saat dihubungi Minggu malam (23/11).
“Kalau ada dua orang terluka, itu benar. Satu di bagian kepala sebelah kanan, satu lagi di bagian paha sebelah kiri,” tuturnya.
Untuk mendalami peristiwa itu, Aris mengaku pihaknya telah memeriksa tiga orang saksi untuk dimintai keterangan. Hingga kini belum bisa diketahui apakah gerangan yang menyebabkan kedua warga itu terluka.
“Tiga orang saksi sudah diperiksa. Tapi sekali lagi, tidak ada itu yang namanya letusan atau bunyi dor. Tolong itu diluruskan. Kalau tidak percaya silakan datang ke sini, nanti dikira saya berbohong,” papar Aris.
Sementara soal penemuan proyektil oleh seorang warga bernama I Made Tenaya, Aris masih menyelidiki keterkaitannya dengan peristiwa yang menyebabkan dua warga terluka.
“Soal proyektil yang ditemukan warga, kita masih selidiki apakah itu yang menjadi penyebab luka-lukanya warga atau bukan. Kan tidak melulu keduanya berkaitan. Bisa jadi itu hal yang berbeda,” imbuhnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















