Malang, Aktual.co — Dualisme di tubuh DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) rupanya merembet ke daerah. Jelang pilkada Kabupaten Malang, dua kubu partai berlambang Ka’bah ini sedang beradu legitimasi agar bisa turut andil dalam pesta rakyat tersebut.
Dua kubu masing-masing Solikin, Ketua PPP Kabupaten Malang versi Djan Faridz dan Saiful Effendy, Ketua PPP versi Romi kini terdampak pertikaian tataran pusat partai. Solikin mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi politik dengan beberapa calon bupati yang akam maju pada Pilkada Kabupaten Malang, termasuk sang calon petahana, Rendra Kresna yang diusung Partai Golkar.
“Saya sudah ketemu beliau, dukungan kita mungkin tak jauh-jauh dari itu,” kata Soliki, Jum’at (3/4) di Malang, Jawa Timur.
Ia mengaku masih menunggu SK dari Djan Faridz sebagai ketua PPP agar posisinya sebagai ketua DPC sah secara organisatoris. “Suara kami di Kabupaten Malang masih signifikan untuk diajak koalisi oleh salah satu calon, jadi kami siap mensukseskan Pilkada,” terangnya.
Terpisah, Syaiful Effendy, ketua PPP versi Romi, mengaku masih membaca peta politik di Kabupaten Malang. Meski nama calon incumbent menguat, namun, ia tidak mau terburu-buru larut dalam euforia politik sesaat. Apalagi, tersiar kabar bahwa PDI Perjuangan bakal memberi gebrakan pada Pilkada kali ini.
“Kita wait and see dulu, politik itu seninya pada injury time, jadi kita gak mau terburu-buru,” ucap Syaiful.
Sementara itu, Komisioner KPUD Kabupaten Malang, Sofi Rahma Dewi, mengaku masih belum bisa menentukan partai mana yang sah dan bisa ikut andil dalam pilkada. Alasannya, saat ini draf PKPU sedang dibahas di DPR RI. Dalam draf tersebut, kata Sofi, dijelaskan mengenai syarat bupati yang maju pilkada harus diusung partai yang sah dan diakui.
“Nanti kami akan dapat data dari KPU Pusat tentang partai mana saja yang boleh ikut, jadi kami akan lakukan verifikasi bila nanti fase itu sudah dimulai,” kata Sofi.
Artikel ini ditulis oleh:












