Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia H.E. Mr. Mohammad Boroujerdi. Aktual/Dok. Dubes Iran

Jakarta, aktual.com – Duta Besar Republik Islam Iran mendesak negara-negara Islam dan pemerintah dunia untuk secara tegas mengutuk serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap wilayah Iran yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Dalam pernyataan resminya, perwakilan diplomatik Iran menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban akibat serangan tersebut sekaligus menyerukan solidaritas internasional terhadap Iran.

Misi diplomatik Iran menegaskan bahwa pemerintah dan negara-negara yang menjunjung kemerdekaan serta keadilan global tidak boleh berdiam diri menghadapi tindakan agresi tersebut.

“Kedutaan Republik Islam Iran menyerukan kepada pemerintah-pemerintah independen dan negara pencinta kebebasan di seluruh dunia untuk secara tegas mengutuk kejahatan terang-terangan ini dan tidak tetap diam terhadap agresi serta pelanggaran hukum,” demikian pernyataan resmi misi Iran.

Iran menilai serangan gabungan AS dan Israel merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan nasional serta prinsip hukum internasional sebagaimana diatur dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kedutaan Besar Iran di sejumlah negara, termasuk di Jakarta, sebelumnya juga mengecam keras operasi militer tersebut yang disebut menyasar fasilitas sipil dan infrastruktur vital di beberapa kota Iran.

Serangan tersebut dilaporkan memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, bahkan menewaskan sejumlah tokoh penting Iran dan memicu respons balasan militer dari Teheran terhadap target-target yang dianggap terkait dengan AS dan Israel.

Pemerintah Iran berharap negara-negara Islam dapat menunjukkan sikap bersama dalam menjaga stabilitas kawasan dan menolak tindakan militer sepihak yang dinilai mengancam perdamaian global.

Iran juga memperingatkan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut akan menghadapi konsekuensi serius, sekaligus menegaskan bahwa aktivitas pemerintahan dan stabilitas nasional Iran tetap berjalan.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan deeskalasi segera dan penghentian permusuhan guna mencegah konflik meluas serta menghindari dampak besar terhadap warga sipil dan stabilitas kawasan.

Situasi keamanan di Timur Tengah hingga kini masih menjadi perhatian dunia internasional menyusul meningkatnya risiko konflik terbuka yang berpotensi berdampak pada stabilitas geopolitik dan ekonomi global.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt