Jakarta, aktual.com – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan bahwa ancaman terbesar bagi stabilitas kawasan Timur Tengah adalah keberadaan rezim zionis Israel yang disebutnya selalu mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat. Ia menyoroti fakta bahwa Israel bukan anggota Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), namun dituding memiliki senjata nuklir secara ilegal.
“Rezim zionis Israel seperti yang diketahui memiliki bom atom secara ilegal dan Amerika berdampingan dengan rezim ini. Rezim ini juga saya sebutkan kembali, dia bukan anggota IAEA, bukan bagian dari NPT (Traktat Nonproliferasi Nuklir), telah mengancam seluruh negara tetangganya terhadap penggunaan bom nuklir, ” kata Boroujerdi dalam konferensi pers di kediamannya, kawasan Menteng, Jakarta, Senin, (2/3).
Boroujerdi menyampaikan bahwa Israel kerap memicu konflik dan telah melakukan serangan terhadap sejumlah negara di sekitarnya. Ia juga menuding Israel bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan di Palestina dan Gaza.
“Dan ironisnya, kenyataan pahit ironis yang harus disampaikan adalah sebuah pihak, seperti rejim zionis Israel memberikan cap kepada Iran sebagai pihak yang berorientasi kepada kekerasan dan peperangan,” ucapnya.
Menurutnya, Israel bersama AS lebih dahulu menyerang fasilitas nuklir Iran yang bersifat damai dan berada di bawah pengawasan IAEA. Ia juga menuding kedua negara tersebut terlibat dalam pembunuhan tokoh dan pemimpin Iran.
Boroujerdi turut mempertanyakan klaim Amerika Serikat yang disebut ingin membantu rakyat Iran, namun di saat bersamaan menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil, termasuk anak-anak.
“Saya ingin tanyakan, jenis bantuan seperti apa ini? Sampai dengan 200 anak-anak SD menjadi korban. Bantuan seperti apa yang dimaksudkan oleh mereka? Dunia tentu sudah sadar dan sudah lama mengetahui berbagai jenis bantuan yang disampaikan oleh Amerika Serikat. Kita pernah melihat contohnya di Irak, di Afganistan, dan berbagai wilayah lainnya di dunia, ” tandasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain














