Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman saat memberikan keterangan pers usai memimpin Apel Gelar Pasukan jajaran TNI AD wilayah Jabodetabek, di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (25/1/2022). ANTARA/Syaiful Hakim

Jakarta, Aktual.com – Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman menyatakan, perbedaan pendapat yang terjadi di sebuah institusi adalah hal yang lazim, termasuk antara dirinya dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa .

Dudung pun meminta agar isu yang menyebutkan adanya keretakan hubungan antara dirinya dan Panglima TNI tak perlu dibesar-besarkan.

“Pangdam dengan kasdam juga pasti ada perbedaan pendapat, kapolri dengan wakapolri, kasad dan panglima ada perbedaan pendapat itu biasa, tapi jangan dibesar-besarkan,” kata Dudung di Markas Besar TNI AD , Rabu (7/9).

Menurut dia, saat ini ada pihak yang mencoba menghubungkan, kesatuan, dan soliditas TNI.

Namun, mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat itu menegaskan, hingga saat ini TNI tetap solid.

Ia pun meminta jajaran TNI Angkatan Darat untuk mewaspadai pihak-pihak yang ingin bertemu dengan internal TNI.

“Saya mencoba memerintahkan kepada seluruh jajaran, waspada. Pihak-pihak tertentu yang mengganggu solidtias TNI, jangan sampai kita hadapi bersama,” kata Dudung.

Isu ketidakharmonisan antara Andika dan Dudung mencuat pada rapat Komisi I DPR Senin (5/9/22) yang dihadiri Andika tapi tidak diikuti oleh Dudung.

Dalam rapat itu, Dudung diwakili oleh Wakil KSAD Letjen Agus Subiyanto sementara KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo dan KSAL Laksamana Yudo Margono hadir di rapat.

Menurut anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon, kabar tidak harmonisnya hubungan kedua jenderal tersebut sudah menjadi rahasia umum.

“Ini semua menjadi rahasia umum, Pak. Rahasia umum, Jenderal Andika. Di mana ada Jenderal Andika, tidak ada KSAD. Jenderal Andika membuat Super Garuda Shield, tidak ada KSAD di situ,” ujar Effendi.

Politikus PDI-P heran mengapa kedua pimpinan TNI itu saling mempertahankan egonya masing-masing.

“Ego Bapak berdua itu merusak tatanan hubungan junior dan senior di TNI,” ucap Effendi Simbolon.

Sementara itu, Andika menyatakan tidak ada masalah dengan Dudung.

“Ya, dari saya tidak ada (masalah) karena semua yang berlaku sesuai peraturan berlaku selama ini, jadi enggak ada yang kemudian berjalan berbeda,” kata Andika.

 

(Arie Saputra)