KPUD DKI Jakarta telah selesai memverifikasi berkas tiga pasangan bakal calon gubernur yang mendaftarkan diri pada tanggal 23 September 2016, dan akan mengumumkan tiga bakal pasangan calon gubernur tersebut menjadi pasangan calon pada tanggal 24 Oktober 2016 di Balai Sudirman.

Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua Tim Kampanye Anies Baswedan – Sandiaga Uno, M Taufik, menerima laporan bahwa ada sekitar 100 ribu Surat Keterangan (Suket) yang beredar dan diperuntukkan untuk Pilkada DKI 2017. Diduga 100 ribu suket digunakan pihak tertentu untuk menambah suara dalam Pilkada.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, Sumarno, dikantornya, Selasa (20/12), meminta Tim Kampanye Anies-Sandi mengungkap data pemilih siluman yang disampaikan ke sejumlah media masa beberapa waktu lalu.

Sebab pihaknya sudah mengantisipasi penambahan jumlah pemilih dengan menambah sekitar 2,5 persen Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari pemilu sebelumnya. Karenanya ia mempertanyakan pernyataan Taufik mengenai dugaan adanya penambahan 100 ribu suket.

“Penambahan kalaupun ada kan sifatnya sporadis dan paling hanya 2 atau 3 orang (di TPS). Dan itu pun tadi, yang bersangkutan harus bisa menunjukkan KTP elektronik di TPS yang sesuai dengan alamat di KTP-nya,” terangnya.

Sumarno berharap, seluruh tim pemenangan tiga paslon saling mengoreksi jika menemukan data pemilih yang diduga siluman kepada penyelenggara pemilu. Yakni dengan melaporkan temuan data dilapangan. Masukan ini penting sekaligus koreksi bagi suksesnya Pilkada DKI Jakarta.

“Kalau memang ada yang menemukan atau mensinyalir pemilih siluman, pemilih hantu, silakan saja serahkan ke KPU. Serahkan ke KPU, alamatnya dimana, nomor induknya berapa, nanti kita kroscek dan kami akan ajak mereka yang membawa data itu untuk mengkroscek bersama,” ungkapnya.

Laporan: Soemitro

(Nebby)