Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Jakarta, Aktual.com – Dalam upayanya melakukan penyelidikan atas dua kasus mantan Presiden AS Donald trump, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) Senin (8/8) dini hari melakukan penggerebekan dan penggeledahan rumah mantan Presiden Amerika tersebut.

Penggerebekan dilakukan untuk menggeledah dokumen kepresidenan termasuk dokumen rahasia yang diduga dibawa ke rumah itu.

Seperti dilansir CNN Indonesia, Kementerian Kehakiman saat ini tengah melakukan penyelidikan dua kasus terkait mantan Presiden AS itu.

Kasus pertama yaitu dugaan upaya pembatalan hasil pemilihan presiden (pilpres) pada 6 Januari 2021. dan kedua, adalah terkait kasus penguasaan dokumen rahasia secara tidak sah.

Pengeledahan difokuskan pada area ruang kerja dan pribadi Trump, termasuk memeriksa lokasi dokumen kemungkinan disimpan dan beberapa kotak penyimpanan diamankan. FBI juga memastikan penggeledahan dilakukan secara seksama tanpa terlewat satu pun.

Pengacara Trump, Christina Bobb, mengatakan FBI telah menyita sejumlah dokumen dari rumah tersebut.

“Presiden Trump dan kuasa hukumnya telah kooperatif dengan petugas FBI dan Kementerian Kehakiman di setiap prosesnya. FBI memang melakukan penggerebekan secara mendadak dan menyita sejumlah dokumen,” tutur Bobb seperti dikutip CNN, Selasa (9/8).

Trump kemudian mengonfirmasi rumahnya digerebek FBI. Ia mengatakan,”mereka (FBI) bahkan membongkar brankas saya.”

Trump sendiri tengah berada di Trump Tower, New York, ketika eksekusi penggeladahan oleh FBI dilakukan sesuai surat perintah.

“Rumah saya yang indah di Mar-a-Lagi di Palm Beach, Florida, saat ini digerebek, digeledah, dan dikuasai oleh sejumlah besar gerombolan FBI,” tutur Trump dalam pernyataannya dikutip CNN Indonesia, Senin (8/8).

(Dede Eka Nurdiansyah)